Suara Kita News.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, angkat bicara terkait pelaksanaan kegiatan asesmen dan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama yang diselenggarakan di sebuah hotel. Ia meluruskan anggapan bahwa kegiatan tersebut hanyalah rapat rutin, dan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN).
Ditegaskan oleh Asep Aang, asesmen ini memiliki tujuan utama untuk memetakan secara komprehensif potensi dan kompetensi para pejabat tinggi pratama. Pemetaan ini, lanjutnya, menjadi landasan penting dalam mendukung agenda reformasi birokrasi serta peningkatan kinerja pemerintahan Kabupaten Karawang secara keseluruhan.
Menjawab pertanyaan mengenai pemilihan lokasi di hotel, Asep Aang menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan yang matang dan mendapatkan persetujuan dari Tim Anggaran
Pemerintah Daerah (TAPD). Menurutnya, pemilihan hotel didasarkan pada kebutuhan teknis yang krusial untuk kelancaran dan efektivitas proses asesmen.
“Ini bukan kegiatan biasa. Pemilihan hotel didasarkan pada kebutuhan teknis, seperti ruang yang tertutup, kedap suara, nyaman, serta mendukung pelaksanaan metode seleksi modern seperti psikotes
berbasis CAT, analisis kasus, Leaderless Group Discussion (LGD), presentasi, dan wawancara,” jelas Asep Aang kepada awak media pada Jumat (25/4), seperti dikutip dari Holopis.com.
Lebih lanjut, Asep Aang mengungkapkan bahwa aula kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang pada waktu pelaksanaan asesmen sedang digunakan untuk kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Hal ini menjadi kendala teknis yang semakin
memperkuat alasan pemilihan hotel sebagai lokasi alternatif.
Proses asesmen ini sendiri melibatkan tim asesor yang kompeten dan independen, yang berasal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan dari beberapa kementerian terkait. Kehadiran tim asesor dari berbagai tingkatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghasilkan penilaian yang objektif dan terukur. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas yang akomodatif dan profesional, yang dinilai lebih memadai di lingkungan hotel, menjadi sebuah keharusan.
Dari sudut pandang anggaran, Asep Aang justru menekankan bahwa pelaksanaan asesmen di hotel dinilai lebih efisien dibandingkan jika dilakukan di kantor. Ia menjelaskan bahwa jika kegiatan serupa diadakan di kantor, pemerintah daerah tetap harus mengeluarkan biaya tambahan yang signifikan untuk berbagai keperluan, mulai dari konsumsi, penyewaan peralatan pendukung, hingga penataan ruang yang sesuai dengan kebutuhan metode asesmen yang beragam.
“Komposisi kegiatan kami tetap berimbang. Sekitar 70 persen kegiatan ASN digelar di gedung pemerintah, dan 30 persennya di luar, termasuk hotel. Itu pun tetap dalam prinsip efisiensi anggaran,”
pungkas Asep Aang, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab.
Dengan penjelasan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap dapat meluruskan berbagai spekulasi dan memberikan pemahaman yang jelas mengenai alasan di balik pemilihan hotel sebagai lokasi pelaksanaan asesmen dan uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama, yang pada dasarnya
bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM ASN demi pelayanan publik yang lebih baik.
Penulis : Yerrydewa
Editor : Dewa






