Suarakitanews.com – Sejak diangkat menjadi Paus pada tahun 2013, Paus Fransiskus telah mencatatkan sejarah yang mengubah wajah Gereja Katolik secara signifikan. Ia bukan hanya Paus pertama dari Amerika Latin, tetapi juga menjadi pemimpin pertama Gereja Katolik yang lahir dan dibesarkan di luar Eropa sejak abad kedelapan. Julukan seperti “The People’s Pope” dan “The Progressive Pope” pun melekat padanya — dan bukan tanpa alasan.
Berikut adalah beberapa langkah berani dan progresif yang menjadi warisan penting Paus Fransiskus selama masa kepausannya:
1. Vokal Suarakan Gencatan Senjata dan Kirim Bantuan ke Gaza
Meski Vatikan dikenal sebagai negara netral, Paus Fransiskus aktif menyerukan gencatan senjata, terutama dalam konflik berdarah seperti yang terjadi di Gaza. Ia bahkan rutin menghubungi komunitas Kristen di Gaza setiap malam sejak Oktober 2023, dan menyalurkan bantuan kemanusiaan seperti makanan, shelter, dan air bersih — tanpa membedakan agama penerimanya.
2. Kritik Terhadap Kapitalisme yang Eksploitatif
Dalam dokumen Evangelii Gaudium (2013), Paus Fransiskus menyampaikan kritik tajam terhadap kapitalisme yang tidak manusiawi. Ia menekankan bahwa “Uang seharusnya melayani, bukan menguasai,” dan mendorong sistem ekonomi yang berpihak pada kaum miskin dan terpinggirkan.
3. Reformasi Isu Sosial: Perlindungan Anak dan Transparansi Kasus Kekerasan
Pada tahun 2019, Paus Fransiskus mengadakan KTT Perlindungan Anak yang dihadiri uskup dari seluruh dunia. Lebih dari itu, ia juga menghapus kerahasiaan gerejawi untuk kasus kekerasan seksual — langkah yang dinilai sebagai titik balik dalam transparansi dan keadilan di lingkungan gereja.
4. Dorong Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Gereja
Paus Fransiskus menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan gender dengan menunjuk Sr. Nathalie Becquart sebagai perempuan pertama yang memiliki hak suara dalam Sinode Para Uskup. Ini membuka jalan bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan di Gereja Katolik.
5. Hidup Sederhana: Tolak Kemewahan, Pilih Kerendahan Hati
Berbeda dari para pendahulunya, Paus Fransiskus memilih tinggal di apartemen kecil alih-alih Istana Apostolik. Ia juga dikenal hanya menggunakan mobil Fiat sederhana, menjadi simbol kerendahan hati dan keterbukaan.
6. Tanggung Jawab Lingkungan Lewat Laudato Si
Pada 2015, Paus Fransiskus merilis ensiklik Laudato Si, yang menyerukan perlindungan terhadap bumi sebagai “rumah bersama.” Ia menekankan bahwa krisis iklim adalah isu moral, dan mereka yang paling miskin adalah yang paling terdampak.
7. Bangun Jembatan Antaragama
Paus Fransiskus aktif membangun dialog antaragama. Salah satu langkah pentingnya adalah penandatanganan Document on Human Fraternity bersama Imam Besar Al-Azhar di Abu Dhabi, yang menjadi simbol persatuan dan perdamaian lintas iman.
Paus Fransiskus dan Warisan Transformasionalnya
Paus Fransiskus bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga simbol perubahan dan kemanusiaan. Dari advokasi sosial hingga reformasi internal Gereja, ia membuktikan bahwa agama bisa menjadi kekuatan yang progresif dan relevan di zaman modern. Tak heran jika banyak yang melihatnya sebagai pemimpin yang membawa harapan baru — bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi dunia.
Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @ussfeed








