Suara Kita News.com – Kekhawatiran akan badai pemutusan hubungan kerja (PHK) akhirnya menjadi kenyataan. Ribuan pekerja di wilayah Tangerang dan Garut kini dihadapkan pada ketidakpastian
setelah perusahaan tempat mereka bekerja melakukan perampingan hingga penutupan operasional secara mendadak.
Di Kabupaten Tangerang, kabar PHK massal menerpa sejumlah perusahaan besar. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ribuan karyawan dari PT Cingluh dan PT Mayora harus menerima kenyataan pahit kehilangan pekerjaan. Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait alasan dan jumlah pasti karyawan yang terdampak.
Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di Garut, Jawa Barat. PT Danbi Internasional, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan bulu mata, tiba-tiba menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya pada Rabu (19/2/2025). Penutupan mendadak ini terjadi menyusul putusan Pengadilan Niaga yang
menyatakan perusahaan pailit pada 10 Februari 2025.
Akibatnya, lebih dari 2.000 karyawan PT Danbi Internasional kini terombang-ambing. Mayoritas pekerja yang telah mengabdi hingga 15 tahun tersebut menghadapi ancaman PHK dan ketidakjelasan masa depan. Situasi semakin diperburuk dengan belum diterimanya gaji terakhir yang seharusnya dibayarkan
setiap tanggal 20.
Para karyawan yang merasa dirugikan berencana untuk mencari kejelasan dan menuntut hak-hak mereka kepada Dinas Tenaga Kerja setempat. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan dan memberikan solusi konkret bagi ribuan pekerja yang kini terancam kehilangan mata pencaharian.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu kami. Banyak dari kami yang sudah bekerja belasan tahun di sini, dan sekarang tiba-tiba saja semuanya tidak pasti,” ujar salah seorang karyawan PT Danbi yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak PHK massal ini, termasuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan peluang kerja baru bagi para pekerja yang terdampak. Situasi ini menjadi perhatian serius dan membutuhkan
solusi cepat serta tepat agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang lebih besar.
Penulis : Yerrydewa
Editor : Hend






