Suara Kita News.com -Bupati Karawang Aep Syaepuloh menunjukkan respons cepat terhadap keluhan petani di Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, terkait terganggunya aliran irigasi. Siang tadi, Bupati menggelar pertemuan dengan perwakilan Perum Jasa Tirta (PJT) II, Camat Purwasari, dan perwakilan petani untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Keluhan yang disampaikan petani berakar dari proyek cut and fill yang berdampak pada tertutupnya saluran tersier di wilayah Sumur Kondang, Mekarjaya, Karanganyar. Akibatnya, pasokan air ke area
persawahan menjadi terhambat dan mengancam keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Bupati, terjalin koordinasi yang intens antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan PJT II. Bupati menegaskan komitmennya untuk segera mengatasi permasalahan ini demi kepentingan para petani.
“Insya Allah, kami telah berkoordinasi dengan PJT untuk segera membangun kembali saluran tersier yang tertutup. Tujuannya jelas, agar aliran air dapat kembali mengalir lancar ke area persawahan masyarakat,” ujar Bupati usai pertemuan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Purwasari dan Kepala Desa Mekarjaya atas respons cepat mereka dalam menindaklanjuti keluhan warga. Sinergi antara pemerintah daerah dan perangkat
desa dinilai sangat penting dalam menangani permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Camat Purwasari dan Kepala Desa Mekarjaya yang sudah responsif menindaklanjuti keluhan masyarakatnya. Ini adalah contoh bagaimana kita harus bekerja bersama untuk melayani masyarakat,” lanjut Bupati.
Dengan semangat optimisme, Bupati berharap agar pertemuan ini menjadi langkah awal penyelesaian masalah yang dialami petani Mekarjaya. “Bismillah. Saya harap setelah pertemuan ini, permasalahan yang
dialami masyarakat bisa segera diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.
Langkah cepat Bupati Karawang ini disambut baik oleh para petani dan diharapkan dapat segera membawa solusi konkret terhadap permasalahan irigasi yang mereka hadapi, sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal.
Penulis : Yerrydewa
Editor : Hend






