Karawang Memanas: Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa, Kepala Desa Dituding Otorite

Suara Kita News.com – Gelombang protes mengguncang Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, hari Senin pagi (21/4). Tak kurang dari seratus warga tumpah ruah di depan kantor kepala desa, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Ersim yang mereka nilai otoriter dan tak acuh terhadap aspirasi masyarakat.

Di bawah komando Ahmad Syamsudin, seorang tokoh masyarakat setempat, aksi unjuk rasa ini menjadi luapan kekesalan yang selama ini terpendam. Dengan mobil komando sebagai pusat orasi, pengeras suara yang lantang, dan bentangan spanduk-spanduk bernadaFrontal, warga Karangligar tanpa
tedeng aling-aling menyampaikan sederet persoalan krusial.

“Kami sudah muak dengan kepemimpinan yang sewenang-wenang!” teriak salah seorang orator, disambut pekikan setuju dari massa. Spanduk-spanduk yang mereka bawa pun tak kalah pedas, mulai dari “Kami sudah tidak mau dipimpin oleh Kades Ersim,” hingga sindiran tajam dalam bahasa Sunda yang berbunyi, “Tugas sia gawe jeung bukti lain ngarang carita jeker dipikaresep batur” (Kerja dan buktinya mana, bukan cuma mengarang cerita agar disukai orang lain).

Inti dari protes ini berkisar pada dugaan tindakan arogan Kades Ersim yang disebut-sebut memberhentikan perangkat desa secara sepihak tanpa dasar hukum yang jelas. Tak hanya itu, warga juga menyoroti minimnya transparansi dalam pengelolaan dana desa yang seharusnya menjadi motor
pembangunan di tingkat akar rumput. Sikap kepemimpinan Ersim yang dinilai jauh dari etika seorang pemimpin semakin menambah bara kekecewaan warga.

Dalam orasinya, tuntutan warga jelas dan tegas: Kepala Desa Ersim harus segera angkat kaki dari jabatannya. Mereka juga mendesak Camat Telukjambe Barat, H. Artha, S.H., untuk mengambil posisi netral
dan tidak memihak dalam konflik yang tengah memanas ini. Transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta pertanggungjawaban atas stagnasi pembangunan selama empat tahun terakhir kepemimpinan Ersim menjadi harga mati yang mereka tuntut.

“Yang banjir masyarakat desa Karangligar, nu beberengkesna Kades Ersim,” begitu bunyi salah satu spanduk yang menggambarkan betapa frustrasinya warga terhadap kondisi desa mereka di bawah
kepemimpinan Ersim.

Menanggapi aksi tersebut, Camat Telukjambe Barat, H. Artha, S.H., yang hadir di lokasi, mencoba meredam gejolak massa dengan menyampaikan apresiasinya atas aksi yang berjalan tertib. “Masyarakat
memiliki hak untuk menyuarakan pendapat, dan pihak kecamatan akan menindaklanjuti dengan membuka ruang dialog serta melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala desa,” ujarnya, berusaha menenangkan warga.

Namun, harapan warga terhadap respons cepat dari pihak kecamatan tampaknya pupus. Pada pukul 10.58 WIB, gelombang ketidakpercayaan justru berbalik arah. Massa menyatakan mosi tidak percaya
kepada Camat Telukjambe Barat, menilai sang camat tidak responsif terhadap keluhan-keluhan yang telah mereka sampaikan sebelumnya.

Aksi unjuk rasa akhirnya membubarkan diri pada pukul 11.20 WIB dalam situasi yang relatif aman dan kondusif. Kendati demikian, bara perlawanan belum padam. Warga Karangligar dengan tegas menyatakan bahwa aksi dengan skala yang lebih besar akan kembali digelar dalam waktu dekat jika tuntutan mereka tak kunjung diindahkan. Situasi di Karawang Barat kini berada di ujung tanduk, menanti respons konkret dari pihak terkait untuk meredakan tensi yang semakin meninggi.

Penulis : Dewa

Editor : Yerry

 

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri