Suarakitanews.com – Rencana relokasi permanen warga Gaza yang diusulkan di bawah kepemimpinan Donald Trump menuai kecaman global. Banyak negara menilai langkah ini sebagai bentuk pengusiran paksa. Sebagai alternatif kemanusiaan, Indonesia menolak relokasi permanen dan menawarkan evakuasi sementara bagi warga Gaza yang terluka dan anak-anak terdampak konflik.
“Kami siap menerima korban-korban yang luka-luka, trauma, dan anak-anak yatim piatu. Dan evakuasi ini hanya bersifat sementara sampai kondisi mereka pulih dan kondisi di Gaza memungkinkan mereka untuk kembali,” ujar Presiden Prabowo.
Penolakan dari Berbagai Kawasan Dunia
1. Negara-Negara Liga Arab
Yordania, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Otoritas Palestina, dan Suriah secara tegas menolak rencana relokasi ini. Mereka menilainya sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan mendorong penerapan solusi dua negara sebagai jalan keluar damai dan adil di Timur Tengah.
2. Negara-Negara Afrika
Mesir, Libya, Sudan, Somalia, dan SomaliLand juga menyatakan penolakan keras. Presiden Mesir bahkan menyebut relokasi warga Gaza sebagai “ketidakadilan dan ancaman kemanusiaan” dan menyatakan bahwa rakyat Mesir siap turun ke jalan untuk menolak rencana tersebut.
3. Negara-Negara Eropa
Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol, Polandia, Slovenia, Skotlandia, dan Belgia menegaskan bahwa Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur adalah bagian dari wilayah Palestina, dan setiap warga Palestina berhak untuk kembali ke tanah kelahirannya.
Sikap Tegas Indonesia: Tolak Relokasi Permanen, Dukung Bantuan Kemanusiaan
Di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan, Indonesia menunjukkan kepedulian dengan pendekatan kemanusiaan yang tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak atas tanah air. Penolakan terhadap relokasi permanen dibarengi dengan kesiapan untuk memberikan tempat perlindungan sementara bagi 1.000 warga Gaza yang terdampak.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia.
Kesimpulan
Dengan semakin banyaknya negara yang menolak relokasi warga Gaza, jelas bahwa komunitas internasional menginginkan solusi yang adil dan manusiawi. Indonesia, melalui pendekatan kemanusiaan yang terukur, terus berdiri bersama rakyat Palestina dan menegaskan bahwa pengusiran bukanlah jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.
Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @kompascom








