Banjir Tak Kunjung Padam: Siapa Bertanggung Jawab dan Siasat Pemerintah yang Belum Tuntas

Suarakitanews.com – Bekasi kembali berduka di awal Maret, diterjang banjir yang memaksa ribuan warganya mengungsi. Bencana ini bukan lagi kejadian sporadis, melainkan cerminan masalah kronis yang melanda Indonesia dari Aceh hingga Papua. Apakah deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi biang kerok utama? Siapa yang sebenarnya paling bertanggung jawab atas banjir yang tak kunjung henti ini? Mari kita bedah, apakah langkah pemerintah sudah tepat sasaran?

Penelusuran BBC News Indonesia

BBC News Indonesia melakukan penelusuran mendalam terhadap fenomena banjir di berbagai daerah. Hasilnya menggarisbawahi satu faktor utama: perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia. Perubahan lanskap hutan yang dulunya berfungsi ekologis kini jauh dari kata ideal. Menurut Yayat Hidayat, pakar konversi tanah dari Institut Pertanian Bogor (IPB), inilah pemicu utama banjir, bahkan melampaui faktor curah hujan ekstrem.

Kenyataan pahit ini bahkan diakui oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Edy Pratowo. Beliau mengakui adanya korelasi langsung antara hilangnya hutan akibat pembukaan kebun dan aktivitas tambang dengan banjir yang terus melanda wilayahnya.

Tanggapan Gubernur Jawa Barat

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pernah berjanji akan melakukan evaluasi terhadap tata ruang yang berujung bencana, bahkan menyebutnya sebagai “tobat ekologi”. Sebuah momen menarik terjadi ketika Gubernur Dedi Mulyadi terlihat menangis saat melakukan penyegelan pada Eiger Adventure Land, yang diduga melanggar aturan tata ruang.

Namun, di sisi lain, peletakan batu pertama proyek tersebut pada tahun 2021 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, Panglima TNI saat ini, Agus Subianto, dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini, Ahmad Dofiri.

Tindakan Penertiban Bersifat Parsial

Yayat Hidayat kembali mengingatkan bahwa tindakan penertiban yang bersifat parsial bukanlah solusi. “Kalau hanya menutup satu atau dua itu bukan solusi. Semua harus ditertibkan. Kalau solusinya tidak menyeluruh, kebijakan itu mungkin hanya hangat-hangat tahi ayam,” tegasnya.

Untuk menekan risiko banjir secara signifikan, Yayat menekankan pentingnya siasat pemerintah yang bersifat kolaboratif. Lebih dari itu, pemerintah perlu melibatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam program reboisasi yang setiap tahunnya mendapatkan alokasi anggaran dari APBN.

Kesimpulan

Banjir di Indonesia adalah permasalahan kompleks yang akar permasalahannya terletak pada pengelolaan lingkungan dan tata ruang. Meskipun pemerintah telah berupaya, tantangan untuk mengatasi banjir secara tuntas masih besar. Diperlukan tanggung jawab yang lebih komprehensif dari berbagai pihak dan siasat pemerintah yang melibatkan masyarakat secara aktif agar bencana banjir yang terus berulang ini dapat diminimalisir dampaknya.

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @bbcindonesia

Mita Putri

Artikel Terkait

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri