Suara Kita News.com – Kasus dugaan penipuan dengan modus lelang kendaraan bekas yang mengguncang lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) memasuki babak baru. Proses pemanggilan saksi-saksi oleh Polres Karawang tengah berlangsung, namun sayangnya, upaya penegakan hukum ini terhambat oleh ketidakhadiran saksi kunci. Hadi, yang mangkir dari panggilan polisi.
Hadi, yang diharapkan dapat memberikan kesaksian terkait tindakan Engkos dalam melancarkan modus penipuan lelang kendaraan bekas di lingkungan UNSIKA, tidak memenuhi panggilan tersebut. Ketidakhadirannya ini menimbulkan tanda tanya besar dan berpotensi menghambat jalannya penyidikan.
Dr. Ilyas, salah satu korban yang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp25 juta akibat penipuan ini, mendesak agar lembaga penegak hukum tidak hanya fokus pada kasus ini, tetapi juga meneliti lebih dalam penggunaan anggaran di lingkungan UNSIKA. Ia menyoroti adanya dugaan praktik-praktik yang menyimpang di dalam kampus.
“Satu-satunya jalan untuk mendapatkan kembali uang yang telah ditipu oleh oknum tenaga kependidikan (tendik) UNSIKA adalah melalui penegakan hukum yang tegas,” ujar Ilyas, yang merasa kecewa dengan lambatnya penanganan kasus ini.
Ketidakhadiran Hadi sebagai saksi dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap penegakan hukum. Ilyas, yang telah bergabung dengan UNSIKA sejak 2020, merasa heran mengapa tidak ada respons atau kepedulian dari pihak pimpinan universitas terhadap kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang tendik.
“Seolah-olah kasus ini dibiarkan berlarut-larut, seperti halnya kasus korupsi Gedung Falsikom yang melibatkan Dedi dan Kasto,” ungkapnya, menyuarakan kekecewaan terhadap lambatnya respons pihak universitas.
Ilyas juga menyinggung kasus lain yang melibatkan Fariz Mahaputra, yang terbukti menipu rekanan dengan menjual proyek UNSIKA. Ia mendesak agar penyidik Polres Karawang segera menuntaskan penyidikan dan mengamankan semua pihak yang terlibat, termasuk Hadi yang mangkir dari panggilan polisi.
“Pihak-pihak terkait harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka,” tegas Ilyas, yang berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan secara tuntas.
Kasus ini menjadi sorotan terhadap integritas dan transparansi di lingkungan UNSIKA. Masyarakat menantikan langkah tegas dari pihak kepolisian dan universitas dalam menindaklanjuti kasus ini, serta memastikan bahwa keadilan ditegakkan bagi para korban.
Penulis : hendrik
Editor : Yerrydewa






