Suara Kita News.com – Banjir yang telah menjadi langganan di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, akhirnya menemukan titik terang. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memimpin rapat terbatas yang dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Barat di Plaza Pemda Karawang, Kamis (6/3/2025). Pertemuan ini menandai langkah konkret dalam upaya mengatasi permasalahan yang telah menghantui warga selama puluhan tahun.
Dalam rapat tersebut, Bupati Aep menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kami, Pemerintah Kabupaten Karawang, memastikan bahwa penanganan banjir Karangligar akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk BBWS Citarum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian PUPR,” tegasnya. Pendekatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan masalah secara komprehensif dan terintegrasi.
Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan kolam retensi dan pompa. “Kami akan memastikan ketersediaan lahan yang dibutuhkan untuk infrastruktur penanganan banjir,” ujar Bupati Aep. Sementara itu, BBWS Citarum akan fokus pada desain teknis untuk mencegah backwater dari Sungai Cibeet masuk ke saluran pembuang Cidawolong dan Kedunghurang.
Banjir di Karangligar telah menjadi momok bagi warga selama puluhan tahun. Upaya penanganan telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya, namun belum membuahkan hasil yang optimal. Dengan konsensus yang terjalin saat ini, Bupati Aep optimis bahwa solusi nyata akan segera terwujud. “Kami berharap, kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Karangligar yang telah lama menderita akibat banjir,” ungkapnya
Penanganan banjir Karangligar bukan hanya tentang solusi jangka pendek, tetapi juga tentang inovasi dan keberlanjutan. Pemerintah Kabupaten Karawang berencana untuk menerapkan teknologi terkini dalam sistem drainase dan pengelolaan air, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dengan sinergi yang kuat, langkah strategis yang terencana, dan komitmen yang tinggi, masa depan Karangligar yang bebas banjir bukan lagi sekadar mimpi. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan serupa.
Penulis : Yerrydewa
Editor : Hendrik






