Suara Kita News.com – Jembatan Cicangor, penghubung vital Badami-Loji di Karawang, kini menjadi simbol ketidakpastian. Diterjang luapan sungai, jembatan yang rapuh dimakan usia ini ambruk, memutus akses warga dan memicu ‘labirin’ jalur alternatif yang melelahkan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sempat menjanjikan solusi cepat: jembatan darurat atau ‘Belly’. Namun, janji itu bagai fatamorgana di tengah dahaga warga. “Saya meminta kepada Kepala PU Provinsi Jawa Barat segera memasang jembatan darurat hari ini juga,” tegasnya pada Selasa (4/3).
Sehari berlalu, harapan warga memudar. Mereka menagih janji, sementara aktivitas terhambat. Sarif, salah satu pengguna jalan, mengeluhkan harus memutar jauh, membuang waktu dan tenaga. “Sangat kesulitan, Pak. Saya harus memutar jauh. Saya berharap Kang Dedi segera membangun jembatan sementara seperti yang dijanjikan,” ujarnya dengan nada frustrasi.
Keluhan serupa datang dari berbagai penjuru. Pekerja dan pelajar yang biasa melintasi jembatan itu kini terpaksa menempuh jalur memutar, menambah beban di tengah rutinitas yang padat.
Camat Pangkalan, Rully Sutrisna, menjelaskan bahwa tim PUPR Provinsi Jawa Barat telah turun ke lokasi. Namun, mereka terkendala kondisi tanah yang labil. “Kemarin setelah adanya pernyataan dari Gubernur, tim PUPR langsung mengecek lokasi. Saat ini, mereka mencari landasan yang kokoh untuk memasang jembatan, karena tanah di sekitar jembatan terus mengalami penurunan. Jika dipasang tanpa perhitungan matang, dikhawatirkan dudukannya ambruk,” jelasnya.
Warga memahami tantangan teknis yang dihadapi. Namun, mereka berharap pemerintah tidak berlama-lama dalam mengambil tindakan. Setiap hari penundaan berarti semakin banyak warga yang menderita.
Sekjen AJIB Hendrik akrab disapa Yerrydewa mengungkapkan, Di tengah situasi ini, inovasi menjadi kata kunci. Warga tidak hanya membutuhkan jembatan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Mengingat kondisi tanah yang labil, penggunaan teknologi tepat guna seperti fondasi tiang pancang mini atau geotekstil bisa menjadi Solusi serta Melibatkan warga dalam proses pembangunan bisa mempercepat pengerjaan dan meningkatkan rasa memiliki. Pemerintah perlu memberikan informasi yang jelas dan transparan mengenai progres pembangunan, serta memastikan penggunaan anggaran yang akuntabel.
Jembatan Cicangor bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga urat nadi perekonomian dan kehidupan sosial warga. Ambruknya jembatan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan inovatif. Warga Karawang menanti aksi nyata, bukan sekadar janji.
Penulis : Ayu
Editor : Mita






