Gubernur Jawa Barat Diduga “Lukai” Pengembang Rumah Subsidi, Asprumnas Minta Bukti Konkret

Suara Kita News.com – Sebuah polemik panas tengah membara di Jawa Barat. Pernyataan Gubernur DM, yang menyebut banyak warga tertipu pengembang rumah subsidi, menuai kecaman keras dari para pelaku industri. Dalam beberapa pemberitaan daring, DM menuding banyak warga Jawa Barat menjadi korban penipuan pengembang rumah subsidi, di mana rumah yang telah dibeli tak kunjung dibangun.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Ketua DPW Asosiasi Pengembang dan Pemasaran Perumahan Nasional (Asprumnas) Jawa Barat, H. Abun Yamin Syam. Dengan nada tegas, H. Abun membantah tudingan tersebut dan meminta Gubernur DM untuk memberikan bukti konkret.

“Tidak mungkin pengembang tidak membangun rumah. Kami dari Asprumnas keberatan dengan pernyataan Bapak Gubernur Jawa Barat soal pengembang rumah subsidi banyak tipu warga,” ujar H. Abun dengan nada geram.

H. Abun menjelaskan, sebelum akad kredit rumah subsidi disetujui, bangunan rumah harus sudah selesai dibangun dan dilengkapi dengan Laporan Pemeriksaan Akhir (LPA) dari penilai independen. Hal ini untuk memastikan unit rumah telah terbangun sesuai standar.

“Kami minta kepada Pak Gubernur data pengembang mana yang tidak membangun rumah subsidi, kami minta datanya by name by address,” tantang H. Abun.

Ia juga meluruskan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah adalah subsidi suku bunga bagi konsumen, bukan subsidi pembangunan bagi pengembang. H. Abun menegaskan bahwa pengembang yang tergabung dalam Asprumnas selalu mematuhi aturan dan mengurus perizinan sesuai prosedur.

“Kami juga memberikan kualitas bangunan terbaik bagi konsumen,” tambahnya.

H. Abun khawatir, pernyataan Gubernur DM akan berdampak buruk bagi pengembang rumah subsidi, terutama pengembang kecil. Ia mempertanyakan apakah pemerintah juga ingin “mematikan” usaha mereka, yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan membayar pajak.

“Apakah usaha kami mau ditutup juga agar kami tidak bisa membangun rumah? Meski kami pengembang kecil, toh kami tetap membayar pajak melalui BPHTB,” pungkasnya.

Polemik ini menunjukkan ketegangan antara pemerintah dan pelaku industri perumahan subsidi di Jawa Barat. Pernyataan Gubernur DM telah memicu reaksi keras dan menuntut adanya bukti konkret. Sementara itu, para pengembang merasa terancam dengan tudingan tersebut dan khawatir akan berdampak pada kelangsungan usaha mereka.

Penulis : Hendrik

Editor : Yerrydewa

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri