Waspada! Daftar Komoditas Penyumbang Inflasi Saat Ramadhan dan Idul Fitri 2025

Suarakitanews.com – Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan pemerintah daerah (pemda), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta pemerintah pusat untuk mewaspadai komoditas yang menjadi penyumbang inflasi. Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terjadi akibat lonjakan permintaan selama bulan suci dan perayaan Idul Fitri.

Penyebab Inflasi di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Menurut BPS, inflasi yang terjadi selama Ramadhan dan Idul Fitri didorong oleh dua faktor utama, yakni komoditas volatile food dan administered prices. Kedua faktor ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang perayaan keagamaan, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.

Sejarah mencatat bahwa inflasi selama Ramadhan cenderung meningkat. Sebagai contoh, pada April 2022, inflasi tercatat sebesar 0,95 persen. Kemudian, pada Maret 2023, inflasi sedikit lebih rendah di angka 0,18 persen, namun kembali meningkat menjadi 0,52 persen pada Maret 2024.

Komoditas Penyumbang Inflasi Saat Lebaran

Berdasarkan data BPS, beberapa komoditas yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 meliputi:

  1. Tarif Angkutan Udara
  2. Bensin
  3. Beras
  4. Cabai Rawit
  5. Bawang Putih
  6. Daging Ayam Ras
  7. Telur Ayam Ras
  8. Minyak Goreng
  9. Ikan Segar
  10. Daging Sapi
  11. Emas Perhiasan

Lonjakan harga pada komoditas-komoditas ini disebabkan oleh tingginya permintaan, keterbatasan stok, serta faktor distribusi dan logistik yang mempengaruhi ketersediaan barang di pasar.

Antisipasi Inflasi: Langkah yang Perlu Ditempuh

Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik, menekankan bahwa inflasi terjadi akibat peningkatan demand atau permintaan selama Ramadhan dan Lebaran. Konsumsi masyarakat pada periode ini biasanya lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu, langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk mengendalikan inflasi:

  • Stabilisasi Harga Pangan: Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga stabil melalui operasi pasar dan distribusi yang merata.
  • Subsidi dan Insentif: Pemberian subsidi pada bahan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan daging dapat membantu menekan lonjakan harga.
  • Penguatan Pengawasan Distribusi: Menghindari penimbunan dan memastikan kelancaran distribusi barang menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan harga.
  • Pengendalian Harga Administered Prices: Regulasi terhadap tarif angkutan umum dan harga bahan bakar perlu dilakukan untuk menekan dampak inflasi dari sektor transportasi.

Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2025, kesiapan pemerintah dalam mengelola harga-harga kebutuhan pokok menjadi krusial. Dengan lonjakan permintaan yang terjadi setiap tahunnya, langkah antisipasi yang tepat dapat membantu menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. BPS akan terus memantau perkembangan inflasi dan memberikan laporan resmi setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri berlangsung.

Tetap waspada dan persiapkan strategi terbaik dalam menghadapi kenaikan harga agar perayaan Ramadhan dan Idul Fitri tetap berjalan lancar dan nyaman!

Penulis : Mita
Sumber : beritasatu.com

Mita Putri

Artikel Terkait

Paradoks Norwegia: Negara Hijau yang Kaya Raya dari Ekspor Minyak — Apa Dampak Perang Timur Tengah bagi Dana Triliunannya?

Suarakitanews — [Norwegia], Norwegia memimpin dunia dalam transisi energi bersih, namun di saat yang sama meraup triliunan rupiah dari ekspor minyak dan gas bumi. Paradoks ini kini kembali diuji oleh…

Lanjutkan Membaca

// // //
Dampak Perang AS-Iran terhadap Nilai Tukar Mata Uang Dunia: Rupiah, Rupee, hingga Rubel

Suarakitanews – Ketika konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran meletus pada akhir Februari 2025, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah. Dampak perang AS-Iran terhadap nilai tukar mata…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri