Suarakitanews.com – Penantian panjang para penggemar Apple di Indonesia akhirnya terjawab. iPhone 16 series resmi diizinkan untuk dijual di Tanah Air setelah melalui negosiasi panjang antara Apple dan Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Kesepakatan ini mencakup tiga poin penting yang menjadi landasan bagi kehadiran iPhone 16 di Indonesia.
Produksi Bantalan AirPod Max di Bandung
Poin terakhir dalam kesepakatan ini adalah penugasan kepada perusahaan mitra Apple, Long Harmony, yang berlokasi di Bandung, untuk memproduksi bantalan AirPod Max. Investasi untuk poin kedua dan ketiga ini mencapai nilai sekitar Rp 16 triliun. Sebelumnya, sempat terjadi kendala terkait pembayaran utang investasi senilai Rp 163 miliar oleh Apple. Utang ini merupakan sisa realisasi investasi untuk mendapatkan sertifikat TKDN periode 2020-2023. Setelah pelunasan utang tersebut, yang sempat tertunda dari jatuh tempo Juni 2023, jalan bagi iPhone 16 untuk masuk ke Indonesia pun terbuka lebar. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan tidak hanya iPhone 16 yang dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi.
Sertifikasi TKDN dan Pelatihan untuk WNI
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah komitmen Apple untuk memenuhi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Untuk mencapai hal ini, Apple menginvestasikan dana sebesar Rp 2,61 triliun yang akan dibayarkan secara tunai pada periode 2026-2028. Investasi ini ditujukan untuk skema pengembangan inovasi. Selain itu, Apple juga berjanji untuk melanjutkan Program Apple Developer Academy. Program ini memberikan pelatihan digital bagi talenta-talenta Indonesia, termasuk siswa dan mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi.
Produksi AirTag di Batam
Apple menugaskan vendor mereka, ICT Luxshare, untuk memproduksi alat pelacak Apple AirTag di pabrik yang berlokasi di Batam. Langkah ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia, mengingat 65% kebutuhan AirTag dunia akan dipasok dari pabrik ini. “Komitmen produksi AirTag yang akan diproduksi di Batam, akan suplai 65 persen dari kebutuhan AirTag dunia. Jadi, potensi ekspornya cukup tinggi,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang.
Penulis : Mita








