Suara Kita News – Pada Rabu (29/1/2025), insiden tragis terjadi di langit dekat Bandara Ronald Reagan, Washington D.C. Pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 3542 bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS saat keduanya hendak mendarat. Tragedi ini terjadi di atas Sungai Potomac, mengakibatkan kedua kendaraan jatuh dan terbelah berkeping-keping.
Pesawat American Airlines mengangkut 60 penumpang dan empat kru, sementara helikopter Black Hawk membawa tiga kru tanpa penumpang VIP. Saat ini, operasi penyelamatan masih berlangsung. Tim penyelamat telah mengevakuasi 18 jenazah dan berusaha mengeluarkan korban lain yang masih terjebak di dalam air.
Detik-Detik Sebelum Tabrakan
Rekaman audio dari pengontrol lalu lintas udara (Air Traffic Controller) mengungkap momen menegangkan sebelum tabrakan terjadi. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara petugas yang bertanya kepada pilot helikopter Black Hawk apakah mereka melihat pesawat CRJ milik PSA Airlines. Tak lama setelah itu, terdengar teriakan dan suara panik dari menara kontrol saat kecelakaan terjadi.
Salah satu saksi mata, Abadi Ismail, menggambarkan suara ledakan yang keras seperti di zona perang. Pilot pesawat lain yang berada di dekat lokasi juga mengkonfirmasi melihat cahaya suar dari arah Sungai Potomac.
Respons Pihak Berwenang
Pihak berwenang AS segera menghentikan operasi penerbangan di Bandara Ronald Reagan untuk waktu yang tidak ditentukan. Approach controller, yang bertugas mengatur lalu lintas pesawat yang akan mendarat, meminta pilot lain untuk berkoordinasi dengan maskapai mereka terkait langkah selanjutnya.
Tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja untuk menemukan korban selamat dan mengidentifikasi jenazah. Kedua kendaraan yang terlibat dalam insiden ini ditemukan dalam kondisi hancur dan terapung di sungai.
Dampak dan Investigasi
Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Investigasi penyebab tabrakan masih berlangsung, dengan fokus pada rekaman audio, data radar, dan laporan saksi mata. Pihak berwenang juga memeriksa kemungkinan adanya kesalahan teknis atau human error.








