Suara Kita News.com – Ketua Apindo Karawang, H. Syukur, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait dampak kenaikan upah minimum terhadap kelangsungan industri di Kabupaten Karawang. Menurutnya, disparitas upah yang signifikan antara Karawang dengan daerah lain di Jawa Barat, bahkan dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah, membuat daya saing industri di Karawang semakin tergerus.
“Perbandingan upah di Karawang dengan daerah lain sangat timpang. UMK Karawang yang mencapai Rp 5,2 juta jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Subang yang hanya Rp 3,2 juta, bahkan jauh lebih tinggi lagi jika dibandingkan dengan Jawa Tengah yang rata-rata UMK-nya hanya Rp 2,4 juta. Kondisi ini membuat industri di Karawang berada dalam tekanan yang sangat besar,” ungkap H. Syukur.
Beliau menambahkan bahwa tingginya biaya produksi akibat kenaikan upah telah memaksa sejumlah perusahaan untuk mengambil keputusan sulit, seperti merelokasi pabrik atau bahkan menutup usahanya. “Setidaknya ada 38 perusahaan anggota Apindo yang sudah tutup atau pindah lokasi. Perusahaan seperti [nama perusahaan] yang sebelumnya beroperasi di Karawang kini telah pindah ke Cirebon dan Tegal. Penutupan dan relokasi ini tentu saja berdampak langsung pada ribuan pekerja yang kehilangan mata pencahariannya,” ujar H. Syukur.
Penutupan dan relokasi perusahaan-perusahaan besar di Karawang telah menimbulkan dampak sosial ekonomi yang signifikan. Ribuan pekerja yang kehilangan pekerjaan akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan baru, terutama di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih.
“Penurunan aktivitas ekonomi akibat penutupan perusahaan akan berdampak pada berbagai sektor, seperti sektor perdagangan, jasa, dan transportasi. Hal ini akan memperparah kondisi perekonomian di Karawang,” tambah H. Syukur.
H. Syukur mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi permasalahan ini. Pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan kenaikan upah dan mempertimbangkan dampaknya terhadap daya saing industri.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan industri di Karawang. Jika tidak, kita akan kehilangan banyak lapangan kerja dan perekonomian daerah akan semakin terpuruk,” pungkas H. Syukur.
Penulis : Hen
Editor : Yerrydewa






