Suara Kita News – Kehidupan warga Desa Lebung Itam, Sumatera Selatan, benar-benar tersiksa oleh kabut asap. Akibatnya, aktivitas sehari-hari seperti bekerja menjadi sangat sulit karena sesak napas dan iritasi mata. Selain itu, biaya kesehatan yang tinggi semakin memberatkan beban mereka.
Sebagai upaya melindungi siswa dari dampak buruk kabut asap, sekolah-sekolah di Desa Lebung Itam telah mengambil tindakan dengan mewajibkan penggunaan masker dan memajukan jam belajar. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah polusi udara yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Warga Desa Lebung Itam menduga bahwa kabut asap yang menyelimuti desa mereka berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di konsesi perusahaan yang berdekatan. Akibatnya, mereka mengalami masalah kesehatan seperti sesak napas, tenggorokan sakit, dan iritasi mata.
Satu-satunya harapan warga Desa Lebung Itam adalah terbebas dari bencana kabut asap akibat karhutla gambut. Mereka mendambakan lingkungan yang sehat dan bersih untuk ditinggali.
Karhutla gambut telah mengubah kehidupan warga Desa Lebung Itam secara drastis. Mereka harus terbiasa dengan kondisi lingkungan yang buruk, seperti jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut asap.
Karhutla gambut telah menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat. Tidak hanya masalah pernapasan, seperti sesak napas dan iritasi, tetapi juga penurunan pendapatan akibat gangguan aktivitas menjadi beban tambahan bagi warga.
Selamatkan Sumatera dari Api: Greenpeace Ajak Warga Bergerak Bersama
Sidang gugatan warga Sumatera Selatan terhadap tiga korporasi kayu yang menyebabkan karhutla disambut antusias oleh mahasiswa dan komunitas. Kehadiran mereka di Pengadilan Negeri Palembang pada Kamis (12/12) menunjukkan dukungan kuat terhadap perjuangan para korban asap.
Sebelas warga Sumatera Selatan menggugat tiga perusahaan ke pengadilan, menuntut ganti rugi atas dampak karhutla yang telah mereka alami. Mereka menuntut hak atas udara bersih yang telah dirampas akibat kabut asap, serta kompensasi atas kerugian kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Greenpeace Indonesia turut serta dalam perjuangan warga Sumatera Selatan melawan dampak buruk karhutla. Dengan menjadi penggugat intervensi, Greenpeace menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap korban asap dan berkomitmen untuk mencapai lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Aktivitas ketiga perusahaan, yakni PT BMH, PT BAP, dan PT SBA Wood Industries, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap degradasi lingkungan KHG SSSL, terutama melalui kebakaran hutan dan lahan yang menghasilkan polusi udara berbahaya.
Karhutla: Kado Buruk Korporasi untuk Bumi
Dukungan publik yang kuat menjadi angin segar bagi perjuangan warga Sumatera Selatan dalam melawan dampak buruk karhutla. Melalui suara yang semakin lantang, diharapkan sidang gugatan ini dapat berjalan dengan transparan dan adil, serta mendorong perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Dengan demikian, kasus ini menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (MIta)






