Jakarta, Suara Kita News – Rotterdam kembalikan 68 buah benda bersejarah ke Indonesia. Dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Mayerfas di Wereldmuseum Rotterdam menujukkan langkah penting memperbaiki hubungan bilateral dan mengakui ketidakadilan yang terjadi di masa lalu.
Ratusan artefak bernilai sejarah tinggi yang tediri dari senjata, perhiasan, patung, serta benda sehari-hari akan menambah khasanah budaya Indonesia yang sangat berharga.
“Benda-benda bersejarah ini merupakan simbol yang kuat untuk identitas dan ketahanan Indonesia. Repatriasi ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya bersama untuk kembali memulihkan keadilan sejarah dan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda,” kata Mayerfas yang dikutip dari tempo.co.

Dari Lombok ke Belanda: Benda-benda Bersejarah yang Hilang dan Kembali
Patung-patung singa yang menjadi simbol pelindung pada arsitektur istana, yang dirampas oleh Kolonial pada tahun 1894 saat terjadinya Perang Lombok.
Kabar baiknya, benda-benda ini akan dikembalikan pada akhir tahun 2024 ini, untuk kemudian dipamerkan di Museum Nasional Jakarta.
Rotterdam: Kota yang Menebus Masa Lalu
Pengembalian benda bersejarah ke Indonesia yang dilakukan merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Rotterdam Wereldmuseum, Komite Koleksi Kolonial Belanda, dan KBRI Den Haag. Yang tentunya hal ini juga didukung oleh Komite Repatriasi Benda Bersejarah Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kebudayaan Indonesia.
Warisan Indonesia Berkibar di Belanda
Rotterdam berkomitmen untuk memperbaiki ketidakadilan yang terjadi di masa lalu dan menghargai warisan budaya Indonesia.
Penandatanganan MoU menegaskan kembali untuk kepentingan kerjasama budaya antara Indonesia dan Belanda. Dalam rangka memperkuat penelitian sejarah dan pelestarian warisan budaya Indonesia. Benda-benda yang akan dikembalikan menjadi bagian dari koleksi nasional Indonesia sebagai pengingat perjalan panjang Bangsa menuju kedaulatan budaya dan sejarah.








