RSUD Karawang Berikan Layanan Terbaik untuk Warga Melalui Operasi Katarak Gratis

Suara Kita News.com – Hari Kesehatan Nasional membawa kabar gembira! RSUD Karawang menggelar operasi katarak gratis pada 23 November 2024, memberikan kesempatan bagi ratusan warga untuk kembali melihat dunia dengan jelas. Dengan teknik operasi terbaru dan tim dokter yang berpengalaman, Anda bisa segera menikmati hidup dengan kualitas yang lebih baik

Dokter Novi Anita, spesialis mata RSUD Karawang, menjelaskan bahwa pasien katarak yang akan dioperasi memiliki penglihatan yang sangat terbatas, hanya sekitar 1 hingga 5 meter. “Ini sama seperti melihat dunia melalui kaca yang buram. Bayangkan kesulitan mereka dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, dengan operasi katarak, mereka berpeluang untuk kembali melihat dunia dengan jelas,” ungkapnya

Operasi katarak kali ini menggunakan teknik canggih VECO yang memberikan hasil yang sangat memuaskan. Menariknya, tidak hanya pasien lansia yang menjadi peserta, tapi juga ada seorang pasien muda yang menderita katarak akibat penyakit bawaan. Ini membuktikan bahwa teknik VECO dapat mengatasi berbagai kasus katarak, memberikan harapan baru bagi pasien untuk kembali melihat dunia dengan jelas

Meskipun operasi memiliki risiko, kami telah melakukan segala upaya untuk meminimalisirnya melalui proses skrining yang ketat. Operasi ini akan menggunakan teknik VECO yang canggih dan terbukti aman. Uniknya, salah satu pasien kami yang berusia di bawah 50 tahun juga akan menjalani operasi ini akibat kondisi kesehatan bawaan.

Baca Juga : Benarkah KB Spiral Picu Kanker Payudara? Ini Fakta Ilmiah Yang Perlu Kamu Tahu

Operasi katarak gratis di RSUD Karawang ini terbuka untuk umum, tidak terbatas hanya untuk warga Karawang. Karena banyaknya peminat dari Karawang, kami juga melibatkan peserta dari daerah lain. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Perdami.”

Ketua Selaras memperkirakan ada sekitar 100 pasien yang akan operasi, tapi jumlah ini bisa berubah setelah screening. Awalnya, operasi ini hanya untuk warga Karawang. Tapi karena peminatnya kurang, kami membuka pendaftaran untuk warga luar daerah. Kuota yang tersedia sebenarnya untuk 200 orang, sedangkan dari Karawang hanya ada sekitar 80 pendaftar.

Ibu Tarina, seorang pasien asal Indramayu, memperoleh informasi mengenai pelaksanaan operasi katarak ini melalui seorang dokter. Beliau datang ke Karawang bersama rombongan yang berjumlah 10 orang. Ibu Tarina mengidap katarak pada kedua mata, namun telah menjalani operasi katarak pada mata kanan di Jakarta satu bulan yang lalu

“Saya mendapatkan tawaran untuk mengikuti operasi ini dari seorang dokter. Bersama dengan sembilan orang lainnya, kami berangkat dari Indramayu. Meskipun telah menderita katarak lebih dari satu tahun, namun baru seminggu lalu saya mendapatkan informasi mengenai operasi ini. Perlu saya informasikan bahwa satu bulan yang lalu, saya telah menjalani operasi katarak pada mata kanan.

Ibu Ratih (70), seorang warga Kecamatan Tegalwaru, telah mengalami gangguan penglihatan akibat katarak selama lebih dari dua tahun. Saat ini, jarak pandang beliau hanya mencapai 3 meter. Beliau mendapatkan informasi mengenai operasi katarak melalui petugas Puskesmas Loji. Katarak yang paling parah terdapat pada mata kiri, sedangkan mata kanan masih memiliki visus yang relatif lebih baik.

Baca Juga : Tragedi Kesehatan: Bayi Sakit Ditolak Klinik Karena BPJS Tidak Bisa Dipakai Hari Minggu

Nina Sukinah, petugas dari Puskesmas Loji, menyampaikan bahwa dari Kecamatan Tegalwaru hanya 14 pasien yang berhasil mengikuti prosedur operasi katarak. Sebagian besar peserta berusia di atas 60 tahun. Beliau menjelaskan bahwa setelah dilakukan proses screening awal terhadap lebih dari 100 calon peserta, hanya 14 orang yang memenuhi syarat dan bersedia untuk menjalani operasi.

Menurut Yodi Sastra Kusuma, Ketua Selaras, tahap awal screening difokuskan pada pemeriksaan jarak pandang. Hasilnya, hanya sekitar 10% peserta yang tidak lolos. Peserta yang memenuhi syarat kemudian akan menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Setelah semua pemeriksaan dinyatakan lolos, keluarga pasien akan diberikan surat persetujuan operasi untuk ditandatangani.”

Pasien yang telah menjalani prosedur operasi diwajibkan untuk menghindari aktivitas fisik yang berat seperti mengangkat beban. Selain itu, pasien juga dihimbau untuk tidak membilas bagian wajah saat mandi dan menjaga posisi tubuh agar tidak menunduk selama kurang lebih tiga minggu. Selama periode pemulihan, pasien disarankan untuk menutup mata.

Beliau menyampaikan bahwa hasil operasi akan dievaluasi pada hari berikutnya. Proses penyembuhan diperkirakan berlangsung selama satu hingga empat minggu. Pasien dihimbau untuk menghindari aktivitas yang melibatkan pengangkatan beban berat karena telah dilakukan penggantian lensa mata alami dengan lensa buatan. Selain itu, pasien juga disarankan untuk tidak membilas area wajah saat mandi dan menjaga agar mata tetap dalam kondisi tertutup, baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan. Posisi tubuh yang harus dihindari adalah menunduk selama kurang lebih tiga minggu.

Artikel Terkait

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri