Karawang – Sinergi antarwilayah menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi fiskal daerah di Jawa Barat. Hal ini tercermin dalam pertemuan strategis yang digelar di Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kabupaten Bekasi, Rabu (1/7/2026).
Kepala P3D Wilayah Kabupaten Karawang hadir langsung dalam agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Role Sharing dan Cost Sharing tahun 2026, sekaligus memetakan langkah krusial untuk proyeksi tahun 2027. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat.
Program Role Sharing dan Cost Sharing bukan sekadar skema administratif, melainkan instrumen inovatif untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran dan efektivitas pelayanan publik. Dengan membagi beban dan peran secara terukur, daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pajak kepada masyarakat secara lebih responsif.
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya data yang presisi sebagai basis usulan program untuk tahun 2027. Pendataan yang akurat diyakini akan menjadi pendorong utama bagi peningkatan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang berkelanjutan.
Partisipasi aktif P3D Wilayah Kabupaten Karawang menegaskan komitmen daerah dalam mendukung kebijakan strategis Bapenda Provinsi Jawa Barat. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap program yang diusulkan untuk tahun 2027 memiliki dampak nyata dan selaras dengan target pendapatan provinsi.
”Sinergi ini adalah langkah taktis kita untuk memastikan bahwa setiap potensi pendapatan dapat dikelola dengan efisiensi tinggi melalui skema berbagi peran yang lebih matang,” ujar perwakilan pihak terkait dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Barat tengah bertransformasi menuju pola tata kelola pendapatan yang lebih modern, berbasis data, dan kolaboratif. Langkah ini diproyeksikan akan memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pembangunan di wilayah Karawang, Bekasi, dan seluruh Jawa Barat di masa depan.
Penulis : Yerrydewa






