Suara Kita News. Com – KARAWANG – Di tengah ambisi besar Indonesia mewujudkan swasembada pangan, ketersediaan pupuk bersubsidi tetap menjadi “nyawa” bagi para petani. Menyadari urgensi tersebut, Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR RI turun langsung ke lapangan, menyambangi PT Pupuk Kujang Cikampek, Kabupaten Karawang, Jumat (26/6/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin. Di bawah komando Ketua Panja, Ir. Hj. Siti Hediati Hariyadi, S.E., rombongan wakil rakyat tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga ke jantung produksi untuk memastikan distribusi pupuk tepat sasaran dan tidak terhambat.
Rombongan yang didampingi oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menelusuri setiap jengkal fasilitas produksi. PT Pupuk Kujang menegaskan komitmennya di tengah lonjakan permintaan yang tak main-main. Manajemen perusahaan mengungkapkan bahwa tahun ini, permintaan pupuk bersubsidi meroket hingga 36 persen dibanding tahun lalu.
Untuk meredam gejolak di tingkat petani, pemerintah telah menetapkan alokasi nasional sebesar 9,8 juta ton. Sebagai garda terdepan, PT Pupuk Kujang memastikan dapur produksinya terus mengepul selama 24 jam penuh, tujuh hari dalam sepekan.
”Kami tidak berhenti kecuali untuk jadwal pembersihan dan pemeliharaan mesin berkala. Ini demi menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan agar sampai ke tangan petani tepat waktu,” ujar pihak manajemen.
Tak hanya memantau mesin, delegasi DPR RI membuka ruang dialog dengan para petani dan penyuluh pertanian. Di sinilah fakta lapangan terungkap. Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Cilamaya Wetan melontarkan keresahan yang jarang tersentuh kebijakan pusat: efektivitas penggunaan pupuk organik Petroganik.
Petani mengaku masih banyak yang belum memahami manfaat dan takaran tepat penggunaan pupuk tersebut. Akibatnya, potensi Petroganik sebagai penyubur lahan belum tergarap optimal.
Menanggapi keluhan ini, Siti Hediati Hariyadi menekankan bahwa pupuk hanyalah satu variabel dalam persamaan besar pertanian. “Kunci utamanya ada pada SDM. Penyuluh pertanian adalah ujung tombak. Mereka harus lebih proaktif mengedukasi petani soal pemupukan berimbang dan teknologi pertanian, termasuk cara pakai pupuk organik yang benar,” tegasnya.
Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menyambut positif kunjungan ini. Baginya, kehadiran Komisi IV DPR RI dan PT Pupuk Kujang adalah sinyalemen penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan produsen.
Harapannya jelas: distribusi pupuk yang selama ini kerap menjadi titik rawan, kini harus lebih transparan dan efektif. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi petani Karawang dan nasional untuk tidak lagi khawatir akan kelangkaan, sekaligus mempercepat laju menuju swasembada pangan yang bukan lagi sekadar wacana.
Di balik deru mesin pabrik di Cikampek, ada harapan besar yang sedang dijaga: agar setiap butir pupuk yang disebar benar-benar menjadi penguat bagi kedaulatan pangan bangsa.
penulis : Yerrydewa






