Suara Kita News.com – KARAWANG – Strategi percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Karawang terus bergerak dengan pendekatan yang lebih taktis dan kolaboratif. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mendapat suntikan “amunisi” gizi makro dalam skala besar: 28,5 ton telur segar senilai Rp1 miliar.
Bantuan pangan kaya protein ini merupakan kontribusi nyata lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelontorkan oleh Asprumnas Karawang. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mengintervensi gizi buruk langsung ke akar rumput.
Bukan sekadar aksi seremonial, pasokan protein masif ini telah mengantongi cetak biru (blueprint) distribusi yang presisi. Langkah ini memastikan bahwa setiap butir telur yang disumbangkan akan mendarat di piring anak-anak yang membutuhkan.
Berikut adalah rincian target sasaran dari program intervensi gizi tersebut:
- Total Komoditas: 28,5 Ton Telur Ayam Segar
- Estimasi Nilai Pangan: Rp1.000.000.000,- (1 Miliar Rupiah)
- Penerima Manfaat: 3.517 Balita Terindikasi Stunting
- Cakupan Wilayah: Disebar secara merata di 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang
Untuk menjamin akuntabilitas dan memastikan bantuan tidak salah sasaran, Pemkab Karawang mempercayakan manajemen logistiknya kepada Baznas Kabupaten Karawang. Lembaga ini akan bertindak sebagai motor penggerak sterilisasi data dan distribusi di lapangan.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa model kolaborasi pentahelix (pemerintah, swasta, dan lembaga sosial) seperti inilah yang menjadi kunci utama dalam membangun fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) Karawang yang kompetitif.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Asprumnas Karawang atas kepedulian dan komitmen nyatanya dalam mendukung pembangunan SDM melalui CSR yang tepat sasaran. Seluruh proses lewat Baznas ini memastikan manfaatnya diterima secara optimal oleh masyarakat,” ujar Bupati Aep.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pelaku industri dan asosiasi usaha lainnya di Karawang untuk ikut ambil bagian. Menuntaskan stunting bukan lagi sekadar tugas pemerintah, melainkan kerja kolektif demi menyelamatkan generasi masa depan.
Penulis : Yerrydewa






