Suara Kita News.com, KARAWANG – Sebuah peringatan keras ditiupkan dari balik meja evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa dirinya tidak akan berkompromi dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program Badan Gizi Nasional.
Dalam pertemuan strategis bersama Pj Bupati Purwakarta, Om Zein, dan Deputi Badan Gizi Nasional hari ini, Aep membedah urgensi transformasi dapur sekolah dari sekadar tempat memasak menjadi instrumen negara dalam mencetak generasi unggul.
Bupati Aep melayangkan ancaman serius bagi pengelola yang main-main dengan kualitas. Baginya, ketidakpatuhan terhadap prosedur bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan pengkhianatan terhadap masa depan anak-anak.
“Saya tegaskan, jika ada dapur yang tidak sesuai prosedur, akan kami laporkan langsung. Program ini bukan sekadar target ‘makan kenyang’, tapi tentang memastikan setiap kalori dan nutrisi yang masuk ke tubuh anak-anak kita berkualitas tinggi,” ujar Aep dengan nada lugas.
Guna menutup celah kelalaian, Pemkab Karawang menyiapkan skema pengawasan berlapis yang lebih futuristik:
- Sistem Pelaporan Harian: Digitalisasi pemantauan stok bahan baku dan higienitas dapur.
- Audit Rutin: Pertemuan evaluasi berkala untuk membedah kendala lapangan secara mendalam.
- Standarisasi Nutrisi: Memastikan input gizi sesuai dengan parameter yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Langkah kolaboratif antara Karawang dan Purwakarta ini menjadi potret sinergi regional dalam mendukung misi besar pemerintah pusat. Menurut Aep, SPPG adalah bukti fisik kehadiran negara di piring makan siswa.
“Ini bukan sekadar program rutin. Ini adalah investasi jangka panjang. Kita sedang membangun fondasi bagi generasi yang akan memimpin bangsa ini puluhan tahun ke depan,” pungkasnya.
Dengan pengawasan ketat dan sistem yang terintegrasi, Karawang berambisi menjadikan dapur SPPG sebagai standar emas (gold standard) bagi daerah lain dalam mengelola ketahanan gizi anak sekolah.
Pemulis : Yerrydewa






