Suara Kita News.com, KARAWANG – Di tengah upaya mengakselerasi ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Karawang resmi menyambut wajah-wajah baru pengelola aset umat. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara resmi melantik jajaran pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Karawang masa jabatan 2026–2029.
Bukan sekadar prosesi seremonial, momen ini dimaknai Bupati Aep sebagai tonggak baru dalam mengoptimalkan potensi besar wakaf di “Kota Pangkal Perjuangan.”
Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa amanah yang diemban para pengurus BWI adalah tanggung jawab moral yang berat namun mulia. Ia menekankan bahwa wakaf bukan lagi sekadar urusan makam atau masjid, melainkan instrumen ekonomi yang dahsyat.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar dalam mengelola aset umat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Karawang,” ujar H. Aep Syaepuloh dengan nada optimis.
Langkah BWI ke depan dipastikan tidak akan berjalan sendiri. Bupati Aep memaparkan bagaimana Pemkab Karawang selama ini telah membangun pondasi keagamaan yang kuat, yang nantinya bisa berkolaborasi dengan program-program BWI. Beberapa program unggulan yang terus digeber antara lain:
- Kesejahteraan Penggerak Agama: Pemberian insentif untuk Guru Ngaji, pengajar DTA, TPQ, MTs, MI, hingga Amil dan Marbot.
- Investasi SDM: Beasiswa Karawang Cerdas yang dikhususkan bagi para penghafal Al-Qur’an (Tahfidz).
- Optimalisasi Filantropi: Sinergi berkelanjutan dengan Baznas Karawang dalam penyaluran zakat dan sedekah.
Visi besar Bupati Aep adalah menjadikan wakaf sebagai motor penggerak ekonomi. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan di tangan pengurus baru, BWI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan berbasis wakaf produktif.
“Kami meyakini, peran strategis BWI akan turut memperkuat akselerasi ekonomi kerakyatan. Semoga kolaborasi ini membawa keberkahan dan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Yerrydewa






