Mengungkap Menu Perjamuan Terakhir dalam Tradisi Paskah

Suarakitanews – Perjamuan Terakhir menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam tradisi Kristen. Namun, banyak orang masih bertanya: apa sebenarnya yang dimakan dan diminum Yesus bersama para murid-Nya saat itu?

Menurut catatan dalam Injil, Yesus telah mengetahui bahwa dirinya akan segera disalibkan ketika merayakan Paskah bersama kedua belas murid-Nya. Oleh karena itu, momen tersebut bukan sekadar makan bersama, melainkan juga penuh makna spiritual yang mendalam.

Roti dan Anggur: Hidangan Utama Perjamuan Terakhir

Pertama-tama, Alkitab secara jelas menyebutkan dua elemen utama dalam Perjamuan Terakhir, yaitu roti dan anggur. Roti yang digunakan adalah roti tidak beragi, yang terbuat dari campuran tepung dan air tanpa proses fermentasi.

Selain itu, roti ini memiliki makna historis. Dalam tradisi Yahudi, roti tidak beragi melambangkan pelarian bangsa Israel dari Mesir yang dilakukan dengan tergesa-gesa.

Sementara itu, anggur menjadi minuman utama dalam perjamuan tersebut. Namun, berbeda dengan anggur modern, anggur pada zaman Yesus memiliki kualitas yang sederhana dan sering kali dicampur dengan air atau rempah-rempah.

Bagaimana Rasa Anggur di Zaman Yesus?

Selanjutnya, penting untuk memahami bahwa anggur pada masa itu tidak seperti sekarang. Proses penyimpanan yang terbatas membuat anggur cenderung memiliki rasa yang tidak stabil.

Untuk mengatasinya, masyarakat saat itu mencampurkan anggur dengan madu, herbal, atau rempah-rempah. Dengan demikian, rasa minuman menjadi lebih segar sekaligus menutupi aroma yang kurang sedap.

Bahkan, dalam beberapa kasus, anggur dicampur dengan air sebelum diminum. Hal ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga berkaitan dengan sanitasi, karena air bersih sulit ditemukan.

Apakah Ada Hidangan Lain di Meja Yesus?

Di sisi lain, para sejarawan memperkirakan bahwa Perjamuan Terakhir tidaklah mewah. Justru sebaliknya, hidangan yang tersedia sangat sederhana.

Kemungkinan besar, selain roti dan anggur, terdapat buah-buahan seperti:

  • Kurma
  • Delima
  • Anggur

Namun demikian, tidak ada bukti kuat bahwa makanan berat seperti daging tersaji dalam jumlah besar pada momen tersebut.

Makna Spiritual: Awal dari Ekaristi

Lebih dari sekadar makanan, Perjamuan Terakhir memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Pada momen inilah Yesus memberikan arti baru pada roti dan anggur.

Roti melambangkan tubuh-Nya, sedangkan anggur melambangkan darah-Nya. Kemudian, Yesus meminta para murid untuk melakukannya sebagai peringatan akan diri-Nya.

Oleh sebab itu, peristiwa ini menjadi dasar dari sakramen Ekaristi atau Perjamuan Kudus dalam tradisi Kristen hingga saat ini.

Sederhana Namun Penuh Makna

Singkatnya, makanan dalam Perjamuan Terakhir bukanlah hidangan mewah.

Sebaliknya, hanya terdiri dari roti tidak beragi, anggur sederhana, dan kemungkinan beberapa buah.

Meski begitu, makna di balik perjamuan tersebut jauh lebih besar dibandingkan hidangannya. Peristiwa ini menjadi simbol pengorbanan, kasih, dan awal dari tradisi sakral dalam Kekristenan.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri