Suara Kita News. Com -KARAWANG – Menjelang gelombang arus balik Lebaran 2026, Kabupaten Karawang tidak lagi menggunakan pendekatan “besi panas” dalam menghadapi lonjakan penduduk. Alih-alih melakukan operasi yustisi yang kaku, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karawang memilih strategi Operasi Simpatik.
Langkah ini diambil untuk memetakan dinamika penduduk non-permanen di “Kota Pangkal Perjuangan” yang kian magnetis bagi para pencari kerja.
Sebagai episentrum industri terbesar di Jawa Barat, Karawang menjadi lampu neon bagi ribuan laron urbanisasi pasca-Idul Fitri. Mengantisipasi hal ini, Disdukcapil bergerak cepat melakukan kolaborasi lintas sektoral.
”Kami tidak ingin data kependudukan hanya menjadi tumpukan kertas. Ini adalah instrumen perencanaan pembangunan dan stabilitas sosial,” tulis Disdukcapil dalam poin kebijakan terbarunya.
Pilar Kolaborasi Pendataan 2026: Aparat desa dan kecamatan. Koordinasi intensif dengan Kadin, Apindo, dan Disnakertrans Karawang. Perusahaan-perusahaan di kawasan industri yang menyerap tenaga kerja kontrak dan harian.






