Suara Kita News.com – KARAWANG – Gedung BKPSDM Karawang mendadak hangat oleh nuansa kebersamaan yang tidak biasa. Di bawah pendar lampu ruang pertemuan, dua elemen penting penjaga ketertiban dan moral bangsa—Gerakan Pramuka dan Korps Brimob—duduk satu meja dalam agenda buka puasa bersama Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, Kamis (19/03).
Bukan sekadar ajang melepas dahaga setelah seharian berpuasa, momen ini menjadi panggung konsolidasi strategis untuk mengawal keamanan dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Karawang.
Di balik suasana santai berbuka, Bupati Aep memanfaatkan momentum ini untuk menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Kwartir Ranting (Kwaran) se-Kabupaten Karawang. Agenda utamanya jelas: Penajaman program kerja dan persiapan Pengamanan Lodaya.
“Semangat Ramadhan ini adalah bahan bakar untuk memperkuat silaturahmi. Tapi lebih dari itu, kita di sini untuk meneguhkan kembali soliditas. Pramuka harus hadir dan kompak dalam setiap pengabdian masyarakat,” ujar Bupati Aep di sela-sela kegiatan.
Hal yang mencuri perhatian dalam kegiatan kali ini adalah kehadiran personel Brimob Pelopor C Polda Jawa Barat. Kehadiran barisan baret biru ini memberikan warna tersendiri, menyimbolkan sinergi antara pemerintah sipil, organisasi kepemudaan, dan aparat keamanan.
Bupati Aep secara khusus menyampaikan apresiasinya atas kehadiran rekan-rekan kepolisian yang turut membaur dengan keluarga besar Pramuka dan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang.
Tiga Poin Strategis Pertemua Sinkronisasi agenda Kwarcab Karawang untuk sisa tahun 2026 Koordinasi teknis peran Pramuka dalam membantu pengamanan arus mudik dan titik keramaian. Mempererat hubungan emosional antara Pemda, Pramuka, dan Polri.
Menutup momen penuh kehangatan tersebut, Bupati Aep tak lupa menyisipkan pesan personal bagi para tamu yang hadir. Penggunaan istilah “Hatur Nuhun” menjadi penanda kedekatan emosional sang pemimpin dengan para pengabdi lapangan.
“Terima kasih kepada Korps Brimob yang sudah hadir menemani saya, Pak Sekda, dan keluarga besar Kwarcab. Semoga kebersamaan ini tidak berhenti di meja makan, tapi terus berlanjut dalam sinergi nyata untuk masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, Karawang kembali menunjukkan bahwa koordinasi birokrasi tidak harus selalu kaku di balik meja kantor, melainkan bisa dijalin dengan akrab melalui tradisi budaya dan agama.
Penulis : Yerrydewa






