Suara Kita News.com – KARAWANG – Dinding tebal Lapas Kelas IIA Karawang tak membatasi semangat berbagi di bulan suci. Melampaui sekat-sekat institusi, sebuah kolaborasi kemanusiaan yang progresif lahir di jantung Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur.
Bukan sekadar seremonial rutin, aksi bakti sosial kali ini merupakan buah kerja kolektif antara Lapas Kelas IIA Karawang dengan Karang Taruna Desa Warung Bambu. Di tengah suasana Ramadan yang penuh khidmat, kedua entitas ini membuktikan bahwa kepedulian sosial adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Sebanyak 200 paket sembako disalurkan secara presisi kepada masyarakat rentan, khususnya para lansia dan orang tua jompo di wilayah Desa Warung Bambu. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons konkret terhadap dinamika ekonomi masyarakat di tengah bulan puasa, sekaligus bentuk tanggung jawab bertetangga yang baik karena desa tersebut merupakan wilayah operasional terdekat (Ring 1) Lapas Karawang.
Kepala Desa Warung Bambu, Mustakim, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi hubungan antara pihak Lapas dan warga desa. Ia menilai kepedulian ini merupakan bentuk “tetangga yang mengayomi,” memberikan rasa nyaman dan kedekatan emosional.
“Ini bukan hanya tentang apa yang ada di dalam paket tersebut, tapi tentang pesan bahwa warga kami tidak berjalan sendirian. Kehadiran Lapas Karawang di tengah-tengah kami adalah bukti nyata sinergi lintas sektor,” ujar Mustakim saat memberikan sambutan.

Aksi distribusi ini juga menjadi momentum penting bagi pemberdayaan pemuda desa. Sunarya, Ketua Karang Taruna Desa Warung Bambu, menyampaikan rasa terima kasih atas ruang gerak dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah desa maupun pihak Lapas.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kepala Desa yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Karang Taruna sebagai garda terdepan penyaluran bantuan ini. Ini adalah amanah bagi kami untuk memastikan kepedulian dari Lapas Kelas IIA Karawang benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan, khususnya para orang tua kami,” tegas Sunarya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini menunjukkan sisi humanis institusi pemasyarakatan yang mampu berdampak langsung ke masyarakat luar, memadukan otoritas Lapas, kebijakan desa, dan eksekusi lapangan yang terukur oleh pemuda.
Menghapus stigma negatif dengan menunjukkan peran aktif Lapas dalam aksi sosial. Mewujudkan sinergi antara instansi vertikal, pemerintah desa, dan organisasi kepemudaan. Fokus pada kelompok paling rentan secara ekonomi melalui verifikasi data lokal yang akurat.
Sinergi ini diharapkan terus berlanjut guna memperkuat ikatan emosional dan rasa kepedulian antar sesama di lingkungan Kabupaten Karawang.
Penulis : Yerrydewa






