Suara Kita News.com – KARAWANG – Di bawah temaram lampu Masjid Jamie Al-Ikhlas, Kecamatan Pangkalan, suasana Ramadan 1447 H terasa berbeda pada Jumat malam. Bukan sekadar rutinitas protokoler, agenda Tarawih Keliling (Tarling) yang dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bertransformasi menjadi ruang dialog hangat antara penguasa dan rakyatnya.
Memasuki titik ke-9 dalam rangkaian gerilya silaturahminya, Bupati Aep tidak datang sendiri. Ia memboyong “kekuatan penuh” mulai dari Wakil Bupati H. Maslani, unsur Forkopimda, hingga Sekda Kabupaten Karawang. Kehadiran mereka seolah menegaskan bahwa pembangunan Karawang tidak hanya dilakukan di balik meja kantor, melainkan langsung di atas hamparan sajadah warga.
Pemkab Karawang menyadari bahwa ruh dari kesalehan sosial di wilayahnya ada pada pundak para pengajar agama dan penjaga rumah ibadah. Maka, Tarling kali ini menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang sering terlupakan.
Melalui Dinas Kesehatan, keceriaan berbuka puasa dibagikan dalam bentuk takjil, namun yang lebih esensial adalah penyerahan bantuan simbolis bagi para “pejuang sunyi”:
- Pilar Pendidikan: Guru Ngaji, Guru TPQ, hingga tenaga pendidik di MTs, MI, dan DTA.
- Penjaga Marwah Masjid: Amil dan Marbot yang memastikan rumah ibadah tetap tegak.
- Masa Depan Bangsa: Santunan bagi anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawab bersama.
Tak berhenti di situ, Masjid Jamie Al-Ikhlas pun mendapat “kado” peningkatan fasilitas. Mulai dari sound system baru agar azan terdengar lebih jernih, karpet empuk untuk sujud yang lebih khusyuk, hingga dispenser untuk dahaga para jamaah.
Di balik kelembutan pesan silaturahmi, terselip nada tegas dari Bupati Aep saat menyinggung isu keamanan. Di tengah maraknya fenomena kenakalan remaja yang kerap menghantui bulan suci, ia mengeluarkan titah khusus.
“Saya mengimbau seluruh jajaran, mulai dari Camat, Kapolsek, hingga Danramil: Jangan lengah! Koordinasi dengan kepala desa harus diperketat,” tegas Bupati Aep di hadapan jamaah.
Ia menyoroti fenomena “perang sarung” dan tawuran yang belakangan meresahkan. Bagi orang nomor satu di Karawang ini, Ramadan adalah bulan untuk memanen pahala, bukan untuk memanen masalah. Ia mengingatkan bahwa keamanan adalah fondasi utama agar ibadah masyarakat bisa berjalan tanpa rasa was-was.
Kunjungan ke Pangkalan ini menjadi bukti bahwa Tarling bukan sekadar mencoret daftar agenda tahunan. Ini adalah cara Pemkab Karawang memastikan bahwa kebijakan mereka memiliki “wajah”—wajah yang tersenyum saat menerima santunan, dan wajah yang merasa aman karena kehadiran aparat di tengah pemukiman.
Penulis : Yerrydewa






