Suara Kita News.com – JATISARI – Halaman Koperasi Desa Merah Putih di Balonggandu mendadak ramai oleh antusiasme warga sejak pagi tadi. Bukan tanpa alasan, lokasi ini menjadi titik strategis pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Bazar Ramadhan 1447 H, sebuah inisiatif kolaboratif yang mempertemukan kebijakan pemerintah daerah dengan kekuatan teritorial militer.
Hadir langsung di tengah kerumunan warga, Bupati Karawang bersama Dandim 0604 Karawang, Sekretaris Daerah, serta Kepala Disperindagkopukm, memantau langsung distribusi komoditas pokok yang dibanderol dengan harga di bawah pasar.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa urusan perut rakyat adalah tanggung jawab lintas sektoral. Disperindagkopukm Karawang menggandeng Kodim 0604/Karawang serta jajaran Persit Kartika Chandra Kirana untuk memastikan operasional pasar murah ini menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
Kehadiran ibu-ibu Persit di garis depan pelayanan memberikan sentuhan humanis dalam penyaluran bantuan pangan, sekaligus memastikan ketertiban selama proses transaksi berlangsung.
Di Koperasi Merah Putih ini, warga dapat mengakses paket bahan pokok dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar ritel. Komoditas yang tersedia meliputi:
- Beras Premium & Medium
- Minyak Goreng & Gula Pasir
- Telur Ayam Segar
- Produk Unggulan UMKM Lokal
Bupati Karawang menegaskan bahwa GPM bukan sekadar seremoni musiman, melainkan instrumen “rem darurat” untuk menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi permintaan selama bulan suci.
“Ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan TNI. Fokus kami satu: menjaga stabilitas harga dan memastikan ketahanan pangan warga tetap terjaga selama Ramadan,” tegas Bupati Karawang di sela-sela peninjauan.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap beban ekonomi masyarakat dapat sedikit terangkat. Di sisi lain, pelibatan produk UMKM dalam bazar ini juga menjadi strategi jitu untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif di tingkat kecamatan.
“Semoga ikhtiar kolektif ini memberikan dampak langsung bagi stabilitas ekonomi daerah. Kita ingin warga bisa beribadah dengan tenang tanpa harus dipusingkan oleh lonjakan harga pangan,” pungkasnya.
Dengan suksesnya titik di Jatisari ini, GPM diharapkan terus berlanjut ke wilayah-wilayah lain di Karawang sebagai jaring pengaman sosial sepanjang Ramadan 1447 H.
Penulis : Yerrydewa






