Suara Kita News.com, KARAWANG – Di tengah kepungan banjir yang merendam Desa Karangligar, Telukjambe Barat, Perumdam Tirta Tarum Karawang membuktikan bahwa peran mereka melampaui urusan teknis perpipaan. Di balik seragam dan pipa-pipa besar, ada denyut kepedulian yang mengalir dalam bentuk bantuan kemanusiaan langsung bagi warga terdampak.
Aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan sebuah manifestasi dari prinsip bahwa “air adalah napas kehidupan dan kepedulian adalah pengikatnya.”
Desa Karangligar, yang kerap menjadi titik krusial terdampak banjir, menjadi fokus utama penyaluran bantuan kali ini. Tim dari Perumdam Tirta Tarum terjun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan logistik sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk meringankan beban ekonomi dan psikologis warga yang aktivitasnya lumpuh akibat meluapnya debit air.
“Kami percaya bahwa di saat sulit seperti ini, air bukan lagi sekadar komoditas layanan, melainkan simbol kemanusiaan. Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia jasa, tapi sebagai saudara yang merasakan beban yang sama,” ungkap manajemen Perumdam Tirta Tarum dalam pesan hangatnya.
Selain menyalurkan bantuan fisik, kehadiran tim di lapangan juga bertujuan untuk memberikan dukungan moral bagi para penyintas. Harapan besar disematkan agar kondisi cuaca segera membaik dan infrastruktur desa dapat segera pulih, sehingga warga dapat kembali merajut aktivitas sehari-hari.
Sikap responsif yang ditunjukkan Perumdam Tirta Tarum ini menegaskan wajah baru BUMD Karawang yang lebih humanis, adaptif, dan hadir secara nyata di tengah krisis masyarakat.
Penulis : Yerrydewa






