Dominasi Andar Amin Harahap di Musda XI Golkar Sumut: Kantongi 30 Dukungan, Peluang Aklamasi Menguat
MEDAN – Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara, peta persaingan kursi ketua kian mengerucut pada satu nama tunggal. Mantan Bupati Padang Lawas Utara, Andar Amin Harahap, muncul sebagai figur determinan yang diprediksi bakal melenggang mulus memimpin partai berlambang beringin di Sumatra Utara.
Hingga laporan terbaru diterima, Andar dilaporkan telah mengamankan dukungan dari 30 DPD Kabupaten/Kota dari total 33 pemilik hak suara. Angka mayoritas mutlak ini tidak hanya mencerminkan dominasi personal, tetapi juga sinyal soliditas internal Golkar Sumut yang menginginkan transisi kepemimpinan tanpa riak berart
Sosok Andar Amin Harahap bukanlah pemain baru dalam lanskap politik maupun pemerintahan. Alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2005 ini memiliki rekam jejak birokrasi yang presisi:
- Wali Kota Padangsidimpuan (2013–2018): Menjadi salah satu kepala daerah termuda di masanya.
- Bupati Padang Lawas Utara (2018–2023): Memperkuat basis teritorial di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
- Anggota DPR RI (2024–2029): Saat ini bertugas di Komisi II, posisi strategis yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah.
“Latar belakang kepamongprajaan membentuk karakter kepemimpinannya yang sistematis. Ia memahami cara kerja birokrasi sekaligus lincah dalam bermanuver di jejaring politik nasional,” ujar salah satu pengamat politik lokal.
Dukungan masif dari 30 DPD II ini disinyalir berkat rekam jejak Andar yang dinilai mampu menjembatani kepentingan akar rumput dengan kebijakan di level pusat. Sebagai Ketua DPD II Golkar Padang Lawas Utara, ia dikenal konsisten dalam pembinaan kader di tingkat desa.
Dinamika menarik terlihat saat sejumlah DPD yang sebelumnya sempat melirik figur lain, kini beralih haluan. Beberapa tokoh bahkan memilih menarik diri dari bursa pencalonan dan secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada Andar guna menjaga muruah partai dan menghindari polarisasi internal.
Dalam berbagai kesempatan, Andar Amin Harahap menegaskan bahwa langkahnya menuju kursi Ketua DPD I bukan sekadar ambisi personal.
“Golkar Sumut membutuhkan kepemimpinan kolektif-kolektial. Fokus kita adalah konsolidasi total pasca-Pemilu dan penguatan struktur hingga ke tingkat terkecil untuk menghadapi tantangan elektoral ke depan,” tegasnya.
Melihat minimnya resistensi dan kuatnya arus dukungan, Musda XI Golkar Sumut diprediksi akan berjalan kondusif. Jika tren ini bertahan hingga hari-H, peluang terpilihnya Andar Amin Harahap secara aklamasi terbuka lebar.
Dengan modal pengalaman birokrasi dua periode dan akses kuat di Senayan, Andar kini berada di titik terdepan untuk menata ulang kekuatan politik Golkar di Sumatra Utara dalam lima tahun mendatang. (Tim)






