Suara Kita News.com – Slogan adalah janji, dan janji adalah utang. Itulah inti pesan yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam sebuah pidato yang tegas dan tanpa basa-basi, Menkeu Purbaya menantang seluruh jajaran Bea Cukai untuk melampaui retorika.
Kalimat sakti “Bea Cukai Makin Baik” yang selama ini menjadi mantra institusi, diminta untuk diubah menjadi aksi nyata di lapangan.
“Bea Cukai harus tumbuh makin kuat, makin bersih, makin tepercaya. Jadikan momentum ini untuk meneguhkan kembali komitmen dalam memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tegas Purbaya, menggarisbawahi tiga pilar transformasi yang tidak bisa ditawar.
Pesan Menkeu Purbaya datang di tengah sorotan tajam publik terhadap integritas lembaga penerimaan negara, terutama Bea Cukai. ‘Slogan’ tidak lagi cukup untuk membendung gelombang keraguan masyarakat dan tuntutan akan akuntabilitas yang transparan.
Merujuk pada ketangguhan Bea Cukai dalam mengawasi arus barang, melindungi masyarakat dari barang ilegal, dan memastikan penerimaan negara optimal. Kekuatan harus ditopang oleh sistem dan teknologi, bukan hanya personel.
Ini adalah fokus utama pada integritas dan pemberantasan praktik nakal, suap, atau penyalahgunaan wewenang. Purbaya secara terbuka telah meluncurkan kanal pengaduan seperti ‘Lapor Pak Purbaya’, yang secara masif menerima aduan masyarakat, menjadikan Bea Cukai subjek pengawasan publik langsung.
Hasil dari kekuatan pengawasan dan kebersihan integritas. Kepercayaan publik diukur dari kualitas pelayanan yang tulus, profesional, dan bebas hambatan, khususnya bagi pelaku usaha yang patuh dan UMKM.
Menkeu Purbaya merangkum mandat Bea Cukai dalam dua aksi yang saling melengkapi:
Menuntut ketegasan, kecanggihan teknologi, dan keberanian moral untuk menindak tegas penyelundupan dan mafia, tanpa pandang bulu.
Mengharuskan aparatur bersikap profesional, cepat, dan transparan, menghilangkan birokrasi berbelit yang selama ini menjadi celah praktik curang.
Purbaya menegaskan bahwa reformasi Bea Cukai bukan lagi wacana internal, melainkan perintah langsung yang diawasi oleh masyarakat luas. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk transformasi menyeluruh, mengubah citra lembaga dari sekadar penarik cukai menjadi penjaga gerbang kedaulatan ekonomi yang benar-benar bersih.
Penulis : Dewa






