Suara Kita News.com – Pemerintah Kabupaten Karawang tancap gas. Pembangunan proyek strategis Underpass Gorowong Warung Bambu dilaporkan telah mencapai progres signifikan, yakni 51% di minggu ke-12 pelaksanaan. Angka ini menjadi harapan besar bagi warga Karawang yang bertahun-tahun terjebak kemacetan horor di perlintasan kereta api tersibuk ini.
Bupati Karawang secara langsung memantau progres lapangan dan meminta doa restu dari masyarakat. “Bismillah, mohon doanya juga pantauan dari seluruh masyarakat agar pembangunan di Kabupaten Karawang berjalan dengan lancar dan berkualitas,” ujar Bupati, menekankan pentingnya dukungan publik terhadap proyek infrastruktur.

Yang membuat proyek ini inovatif dan mendesak adalah target penyelesaiannya pada tangga 25 Desember 2025, menurut Ketua Tim dan Pejabat Pembuat Komitmen Teknis (PPTK) Jembatan Dinas PUPR Karawang, Julianto Agung Nugroho, S.T., adalah batas akhir yang kritis.
“Pembangunan ini akan cerakhir (berakhir) mengingat pada akhir tahun akan terjadi lonjakan lalu lintas masif karena Natal dan Tahun Baru (Nataru),” jelas Julianto.
Penyelesaian tepat waktu Underpass Gorowong diyakini menjadi kartu AS Pemkab Karawang untuk mengurai simpul kemacetan di Jalan Surotokunto dan Jalan Suhud Hidayat. Jika proyek ini sukses, jalur vital yang menghubungkan Karawang Timur dan Telukjambe Timur ini akan bebas dari antrean panjang kendaraan saat palang kereta ditutup, sekaligus meningkatkan keselamatan.
Memanfaatkan sistem pengecoran beton berkualitas tinggi yang mampu mengering dalam waktu hanya tujuh hari. Ini memungkinkan percepatan pembangunan struktur tanpa mengorbankan kekuatan dan keamanan.
Proyek saat ini telah memasuki tahap pemasangan dinding penahan tanah (retaining wall) dan penggalian badan terowongan, sebelum dilanjutkan dengan pembangunan struktur box culvert tepat di bawah rel kereta api.






