Suara Kita News.com KARAWANG – Peringatan Hari Batik Nasional kembali dirayakan dengan meriah di seluruh Indonesia, tak terkecuali di lingkungan korporasi daerah. Uniknya, di Karawang, semangat pelestarian warisan budaya ini digaungkan secara lantang oleh Direksi Perumdam Tirta Tarum, perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan air bersih.
Langkah ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap warisan budaya tidak terbatas pada lembaga seni atau dinas kebudayaan, melainkan meresap hingga ke sektor pelayanan publik vital.
Ucapan selamat dan seruan dari Direksi Perumdam Tirta Tarum membawa pesan yang jauh melampaui formalitas:
“Selamat Memperingati Hari Batik Nasional! Batik bukan sekadar kain, tapi cerita dan filosofi yang melekat pada setiap helai. Mari terus mencintai dan melestarikan warisan bangsa.”
Pernyataan ini menekankan bahwa Hari Batik Nasional adalah momen untuk memahami nilai substansial yang terkandung di dalam motif, sejarah, dan proses pembuatannya. Bagi sebuah BUMD yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, penyelarasan filosofi ini penting: sama seperti batik yang menyimpan nilai kearifan, layanan publik harus dijalankan dengan nilai integritas dan filosofi pelayanan yang mendalam.
Keterlibatan aktif Direksi Perumdam Tirta Tarum dalam peringatan ini mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh jajaran perusahaan dan masyarakat Karawang. Hal ini menegaskan bahwa:
Entitas bisnis, bahkan yang berorientasi pelayanan publik seperti air bersih, memiliki peran dalam menjaga dan mempromosikan identitas nasional.
Dengan mencintai dan menggunakan batik—terutama Batik Karawang yang sedang gencar dipatenkan Pemda—Perumdam turut berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi para perajin lokal.
Kehadiran Batik dalam keseharian direksi dan karyawan BUMD bukan hanya dress code, melainkan simbol komitmen terhadap jati diri bangsa. Dengan begini, Perumdam Tirta Tarum tidak hanya mengalirkan air ke rumah warga, tetapi juga mengalirkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya Indonesia.
Penulis : Dewa






