Suara Kita News.com, INDRAMAYU – Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, langkah konkret diambil di Desa Penyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGAI), Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Payi Jaya menjadi garda terdepan dalam merehabilitasi jaringan irigasi vital. Program padat karya senilai Rp195 juta ini bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan sebuah manifestasi komitmen pemerintah untuk mengalirkan harapan baru bagi para petani.
Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 ini secara swakelola dikelola oleh P3A, sesuai dengan esensi program yang menempatkan masyarakat petani sebagai pelaku utama. Model ini, yang juga dikenal sebagai Program Padat Karya Tunai (PKT) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan langsung para petani sebagai tenaga kerja.
Ketua Kelompok P3A Payi Jaya, Ajis, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah kualitas. “Proyek ini sepenuhnya dilaksanakan secara padat karya dan langsung dikerjakan oleh para petani atau masyarakat setempat,” ujarnya. “Meskipun saat ini pekerjaan sudah mencapai 70%, kami terus memastikan setiap tahapannya sesuai dengan standar agar manfaatnya optimal.”
Ajis optimistis bahwa dengan berfungsinya kembali jaringan irigasi, distribusi air ke lahan pertanian akan lebih teratur, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen. “Program ini sangat bagus dan kami berharap bisa terus berlanjut. Saluran irigasi yang baik memungkinkan petani mengelola air dengan lebih efektif, dan itu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan,” imbuhnya.
Senada dengan Ajis, salah satu petani lokal, Darsa, menyambut baik inisiatif ini. “Pembangunan ini sangat berguna bagi kami. Kami, para petani, akan memastikan pekerjaan ini berjalan semaksimal mungkin agar hasilnya memuaskan,” ungkapnya. Menurutnya, program seperti ini tidak hanya sekadar membantu, tetapi juga membangkitkan semangat kolektif di kalangan petani. “Semoga proyek ini lancar dan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh petani di Desa Penyingkiran Kidul.”
P3A merupakan sebuah wadah sosial, ekonomi, dan budaya bagi para petani pemakai air. Keberadaan P3A Payi Jaya dalam mengelola proyek ini menunjukkan bagaimana organisasi akar rumput dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat infrastruktur pertanian.
Dengan rehabilitasi jaringan irigasi ini, Desa Penyingkiran Kidul tidak hanya berinvestasi pada saluran air, tetapi juga pada masa depan. Peningkatan kinerja irigasi desa diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas pertanian, menggerakkan roda ekonomi masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata pada ketahanan pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Proyek P3-TGAI di Desa Penyingkiran Kidul adalah potret nyata bagaimana sinergi antara pemerintah pusat dan masyarakat petani dapat menciptakan perubahan transformatif. Proyek ini membuktikan bahwa dengan pemberdayaan dan komitmen pada kualitas, setiap tetes air yang mengalir bisa menjadi sumber rezeki dan harapan yang tak terbatas.
Penulis : arif






