Suara Kita News.com, KARAWANG – Sore itu, Senin (1/9/2025), Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang menjadi saksi bisu atas gelombang aspirasi yang dibawa oleh ratusan mahasiswa. Di bawah bendera Aliansi Mahasiswa Pangkal Perjuangan Karawang (AMPERA), sekitar 150 orang membanjiri jalanan Jenderal Ahmad Yani, menyuarakan jeritan hati rakyat yang terhimpit.
Aksi yang berlangsung selama satu jam penuh, mulai pukul 16.40 hingga 17.40 WIB, ini dipimpin oleh Kelvin Hudqof. Dalam orasinya yang lantang, AMPERA tidak hanya mengkritik kebijakan lokal, tetapi juga menyoroti isu-isu nasional yang dinilai merugikan masyarakat. Mereka menolak tegas kebijakan kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang dianggap tidak peka di tengah kesulitan ekonomi.
Tak hanya itu, tuntutan lainnya pun tak kalah tajam. AMPERA mendesak diakhirinya perampasan aset rakyat, mengecam praktik represif aparat, serta menuntut negara untuk segera menjamin lapangan kerja layak, pendidikan gratis, dan kesehatan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Orasi ini menjadi cerminan kegelisahan generasi muda terhadap berbagai ketidakadilan yang terjadi.
Pukul 17.10 WIB, tensi di depan gedung dewan mulai mereda. Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, bersama jajaran pimpinan lainnya seperti Dian Fahrud Jaman, didampingi oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah dan Dandim 0604 Karawang Letkol Inf. Naryanto, menemui massa aksi. Dialog yang berlangsung di tengah keramaian itu menjadi momentum penting.
Endang Sodikin, mewakili lembaga legislatif, menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Ia berjanji akan merumuskan seluruh tuntutan tersebut dalam kurun waktu 3×24 jam untuk kemudian diteruskan langsung kepada DPR RI. Janji ini disambut baik oleh massa, menjadi sinyal positif bahwa suara mereka didengar dan diakomodasi.
Setelah dialog usai, pada pukul 17.40 WIB, massa AMPERA membubarkan diri dengan tertib. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif, berkat langkah-langkah pengamanan yang matang dari aparat gabungan.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan ratusan personel dari berbagai instansi—Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, Dishub, hingga tenaga kesehatan. Strategi pengamanan yang diterapkan adalah mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
“Kami mengedepankan langkah humanis dan persuasif dalam pengamanan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa ini tidak hanya menjadi catatan hitam-putih dalam lembaran berita, tetapi juga sebuah pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk politik, masih ada suara-suara idealis yang tak pernah lelah memperjuangkan keadilan. Setelah aksi, Polres Karawang menyatakan akan terus berkoordinasi dengan DPRD Karawang untuk memantau perkembangan rekomendasi tuntutan mahasiswa, memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di Kabupaten Karawang.
Penulis : Kinah
Editor : Yerrydewa






