Suara Kita News.com, Jakarta – Perekonomian Indonesia terus menghadapi tantangan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang luas dan berkualitas. Namun, di tengah dinamika tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani memberikan pandangan optimis. Ia mengungkap sejumlah sektor yang dinilai memiliki kontribusi besar, tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja.
Menurut Shinta, kunci keberhasilan ekonomi Indonesia ada pada keberanian untuk fokus dan menggenjot sektor-sektor yang memiliki daya ungkit tinggi. Sektor-sektor ini tidak hanya menciptakan nilai tambah, tetapi juga mampu menyerap angkatan kerja dalam jumlah besar.
“Sektor yang paling krusial adalah yang memiliki efek domino bagi sektor lain. Ketika satu sektor tumbuh, sektor-sektor pendukungnya juga ikut bergerak,” ujar Shinta.
Meskipun informasi spesifik tentang sektor-sektor tersebut tidak disebutkan, secara umum, APINDO sering menyoroti sektor-sektor andalan seperti manufaktur, pertanian, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi sebagai tulang punggung ekonomi. Kelima sektor ini secara historis telah mendominasi PDB Indonesia dan menjadi motor utama dalam menyediakan lapangan kerja.
Di sisi lain, APINDO juga menyoroti fenomena pergeseran investasi dari padat karya ke padat modal. Hal ini menjadi tantangan serius bagi penyerapan tenaga kerja, mengingat investasi yang masuk saat ini lebih banyak berorientasi pada teknologi dan mesin, bukan pada jumlah pekerja.
Oleh karena itu, pernyataan Shinta Kamdani ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga pengusaha, untuk berkolaborasi dalam menciptakan iklim investasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berorientasi pada penciptaan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Strategi yang tepat akan memastikan bahwa bonus demografi Indonesia dapat menjadi kekuatan, bukan beban, di masa depan.
Penulis : Yerrydewa






