Suara Kita News.com, Karawang – Belum genap satu bulan rampung diperbaiki, kondisi jalan penghubung Pasirkaliki dan Lamaran di Kabupaten Karawang kembali memprihatinkan. Lubang-lubang besar yang sebelumnya sudah ditambal kini muncul lagi, mengancam keselamatan pengguna jalan. Padahal, proyek perbaikan ini disebut-sebut menelan anggaran fantastis, mencapai Rp1 miliar.Dilangsir Intalgaram Infokrw
Berdasarkan data lelang dari website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Karawang, proyek perbaikan jalan ini dialokasikan dengan anggaran yang tidak sedikit. Angka Rp1 miliar yang digelontorkan seharusnya bisa menghasilkan infrastruktur yang kokoh dan tahan lama, bukan jalan yang rusak dalam hitungan minggu.
Warga setempat, yang berharap perbaikan ini bisa memberikan kenyamanan dan keamanan, kini merasa kecewa. “Kemarin waktu diperbaiki, kami senang sekali. Tapi sekarang, lubangnya sudah ada lagi. Padahal belum sebulan,” ujar salah satu warga. Keluhan serupa banyak dilontarkan para pengendara yang setiap hari melintas di jalan tersebut. Mereka mengeluhkan kondisi jalan yang tidak stabil dan rawan kecelakaan, terutama saat malam hari atau hujan deras.
Rusaknya kembali jalan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apakah kualitas pengerjaannya tidak sesuai standar? Atau adakah dugaan ketidakberesan dalam prosesnya? Dengan anggaran yang begitu besar, hasil yang seharusnya didapat adalah jalan yang mulus dan awet. Kejadian ini seolah mengindikasikan adanya masalah yang perlu diusut tuntas.
Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya dinas terkait, diminta untuk segera mengambil tindakan. Selain memperbaiki kembali jalan yang rusak, perlu dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan publik tidak luntur. Jangan sampai uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun, malah terbuang percuma akibat proyek yang tidak berkualitas.
Masyarakat menantikan jawaban dan solusi konkret dari pemerintah. Siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan proyek ini? Dan bagaimana pemerintah akan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan?
Penulis : Red






