Suara Kita News.com, INDRAMAYU – Senyum lega terpancar dari wajah para pedagang dan pengguna jalan di kawasan Tridaya II, Indramayu. Setelah sekian lama berkutat dengan jalan berlubang dan genangan air, kini mereka bisa bernapas lega. Proyek rehabilitasi jalan yang ditunggu-tunggu akhirnya tuntas, memberikan pengalaman berkendara yang mulus dan aman.
Pekerjaan yang digarap oleh CV. Lina Putri ini merupakan bagian dari program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu. Dengan nilai kontrak mencapai Rp1,1 miliar, proyek ini secara signifikan mengubah kondisi Jalan Tridaya II dari yang semula rusak parah menjadi mulus dan nyaman.
Menuntaskan Masalah, Menghadirkan Solusi
Proyek ini telah selesai dikerjakan, sesuai pantauan di lapangan pada Senin (11/8/2025). Rehabilitasi jalan yang berlokasi di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Indramayu, ini memiliki tenggat waktu 120 hari kalender, dimulai sejak 15 Juli dan dijadwalkan selesai pada 11 November 2025. Namun, pengerjaan yang cepat menunjukkan efisiensi dan komitmen dari pelaksana proyek.
“Alhamdulillah proses perbaikan Jalan Tridaya II telah selesai dikerjakan,” ungkap Suherno, seorang warga yang juga pengguna jalan. “Sebelumnya, kami harus ekstra hati-hati karena banyak lubang.”
Kondisi jalan yang sebelumnya penuh lubang tak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengendara, baik roda dua maupun roda empat. Kini, setelah perbaikan selesai, kekhawatiran itu sirna. “Sekarang, saat melintasinya lancar tanpa hambatan,” tambahnya dengan nada puas.
Pembangunan ini tidak hanya sekadar mengganti aspal lama, tetapi juga menjadi investasi penting bagi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga Indramayu. Proyek ini membuktikan bahwa perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.
Dengan selesainya rehabilitasi ini, Jalan Tridaya II kini menjadi salah satu jalan yang bisa dibanggakan, menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi setiap penggunanya.
Penulis : Arief/ heno
Editor : Yerrydewa






