Suara Kita News.com, KARAWANG, [1 Agustus 2025] – Jerit kegelisahan petani Karawang akibat serangan hama tikus yang meresahkan kini mendapat respons tegas dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Melalui Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), gerakan masif “Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus” atau yang akrab disebut Basmikus tengah digencarkan sejak awal Juli hingga kini. Ini bukan sekadar penanggulangan biasa, melainkan sebuah perang semesta yang melibatkan sinergi antara petani, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Penyuluh Pertanian.
Sejak fajar menyingsing, tim gabungan ini telah menyisir berbagai titik sentra pertanian yang menjadi sarang tikus. Mulai dari Kecamatan Tirtamulya, Batujaya, Majalaya, hingga Karawang Barat, seluruh area persawahan menjadi medan tempur utama. Uniknya, gerakan Basmikus ini dilaksanakan pada fase krusial: saat olah tanam, sebelum masa tanam dimulai. Strategi ini menunjukkan langkah proaktif DPKP untuk memangkas populasi tikus bahkan sebelum mereka sempat merusak benih atau tanaman padi yang baru tumbuh.
Kepala Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman DPKP Karawang menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial. “Tikus adalah salah satu hama utama yang bisa menyebabkan kerugian panen yang signifikan. Dengan melakukan pengendalian sejak dini, kami berharap populasi tikus dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga petani bisa menanam dengan tenang dan hasil panen lebih optimal,” ujarnya.
Para petani pun menyambut baik gerakan ini dengan antusias. Mereka bergotong royong membersihkan pematang sawah, memasang perangkap, hingga melakukan sanitasi lingkungan yang dapat menjadi sarang tikus. Kolaborasi antara pemerintah dan petani ini menjadi kunci keberhasilan Gerdal Basmikus, menciptakan kesadaran kolektif bahwa perlindungan tanaman adalah tanggung jawab bersama.
Dengan semangat Basmikus yang terus berkobar, DPKP Karawang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani, memastikan bahwa setiap bulir padi yang ditanam di bumi Karawang dapat tumbuh subur tanpa gangguan hama. Ini adalah bukti nyata bahwa pertanian Karawang tak akan menyerah pada ancaman hama, melainkan bangkit dengan strategi yang lebih cerdas dan terukur.
Penulis : kinah
Editor : Yerrydewa






