Suara Kita News.com. Karawang, 25 Juli 2025 – Kisruh perekrutan tenaga kerja di salah satu pabrik onderdil di Kabupaten Karawang memanas, setelah dugaan praktik rekrutmen di luar daerah dan pernyataan kontroversial dari seorang yang diduga HRD perusahaan memicu kemarahan publik. Polemik ini merebak di media sosial sejak Rabu (23/7/2025), dan kini telah mendapatkan perhatian serius dari Bupati Karawang, Aep Syaepuloh.
Bupati Aep Syaepuloh tak menutupi kekecewaannya terkait insiden ini. “Ini jadi perhatian memang, saya juga menyesalkan mereka (perusahaan) yang lebih memilih melakukan rekrutmen tenaga kerja ke luar Karawang hingga memicu polemik,” ujar Aep saat dihubungi detikJabar pada Kamis (24/7/2025) malam.
Aep menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi dan beraktivitas di Karawang seharusnya memprioritaskan warga lokal dalam penyerapan tenaga kerja. Ia menyoroti keberadaan website info loker Karawang sebagai platform yang seharusnya dimanfaatkan oleh perusahaan.
“Kita ini kan memiliki saluran yang namanya website info loker Karawang, jadi tolonglah diutamakan orang Karawang, perusahaan gunakan saluran itu untuk menjaring tenaga kerja,” tegasnya.
Bupati Aep juga menjelaskan bahwa penggunaan website tersebut sama sekali tidak akan mengganggu kewenangan perusahaan dalam urusan ketenagakerjaan. “Tidak ada intervensi dari Pemerintah Kabupaten Karawang dalam hal memilih karyawan, website info loker ini juga tidak mengganggu kewenangan perusahaan. Kenapa kami minta website itu digunakan, untuk menjaga transparansi kepada masyarakat khususnya di Karawang,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebuah potongan video viral di media sosial menunjukkan seorang pria yang diduga menjabat HRD di perusahaan tersebut, melontarkan pernyataan yang sangat sensitif. Dalam video itu, ia mengatakan, “Kami ini di HRD dari internal kami, selalu ada anggapan, aduh susah deh orang Karawang mah diajarinnya, orang Karawang nggak pinter-pinter.”
Pernyataan tersebut sontak memicu gelombang kecaman dan amarah dari berbagai pihak, bahkan dilaporkan oleh kelompok masyarakat kepada pihak kepolisian.
Menanggapi hal ini, Bupati Aep mengaku telah menindaklanjuti persoalan tersebut. “Saya pikir kan juga dengan masuknya info loker Karawang ini tidak ada intervensi dari dinas, semua kompetensi itu mutlak kewenangan dari perusahaan. Tapi karena ini ramai saya pastikan akan ditindaklanjuti melalui dinas tenaga kerja,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan di Karawang untuk lebih memperhatikan dampak sosial dari kebijakan rekrutmen mereka dan senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal.
Penulis : Dewa






