DELI SERDANG – Suhu politik di Sumatera Utara mulai memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara. Berbagai elemen kader partai berlambang beringin ini mulai menyuarakan pandangan strategis terkait arah kepemimpinan partai ke depan.
Salah satu suara yang menonjol datang dari Ketua DPC Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kabupaten Deli Serdang, Gandhy Panigoro. Ia menekankan pentingnya sejumlah prinsip krusial dalam menentukan nahkoda baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumut: keseimbangan, loyalitas, dan kedewasaan politik.
Menurut Gandhy, pemilihan pemimpin Golkar Sumut harus didasarkan pada pertimbangan matang yang mengedepankan keseimbangan antara berbagai faksi dan kepentingan di dalam partai. Hal ini dinilai penting untuk menjaga soliditas dan keutuhan partai.
Selain itu, ia juga menyoroti urgensi loyalitas kader terhadap partai. “Pemimpin yang akan datang haruslah sosok yang memiliki loyalitas tinggi terhadap partai dan AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) Golkar,” ujar Gandhy. Loyalitas ini, lanjutnya, akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.
Terakhir, Gandhy Panigoro menggarisbawahi pentingnya kedewasaan politik dalam proses pemilihan ketua DPD. Ini berarti proses Musda harus berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi internal, menghindari intrik yang kontraproduktif, serta mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Pernyataan Gandhy Panigoro ini mencerminkan harapan banyak kader agar Musda Golkar Sumut dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa partai ke arah yang lebih baik, siap menghadapi tantangan politik ke depan, dan tentunya memperkuat posisi Golkar di kancah perpolitikan Sumatera Utara.
Penulis : Rizky Zulianda
Editor : Yerrydewa






