Suara Kita News.com – Kabar duka menyelimuti keluarga Ihwan Sahab (28), pemuda asal Kebalen, Kecamatan Babelan,
Kabupaten Bekasi. Ia meregang nyawa di Kamboja setelah diduga menjadi korban penyiksaan brutal selama dua hari di perusahaan tempatnya bekerja. Ironisnya, perusahaan tersebut teridentifikasi sebagai jaringan scam atau penipuan daring.
Kisah pilu ini terungkap melalui penuturan pilu sang adik kandung, Subyantoro (23), saat ditemui di kediaman mereka pada Kamis (17/4/2025). Dengan mata berkaca-kaca, Subyantoro mengungkapkan bahwa nyawa kakaknya direnggut lantaran tak mampu memenuhi target penjualan yang ditetapkan
oleh perusahaan keji tersebut.
“Scam itu perusahaan penipuan, target market dia (korban) itu orang Indonesia. Terus jadi disiksa karena nggak target, nggak dapet omzet dia,” ungkap Subyantoro dengan nada getir.
Lebih lanjut, Subyantoro menceritakan kengerian yang dialami sang kakak. Penyiksaan itu disebut berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, perlakuan kasar yang diterima Ihwan mungkin belum terlalu parah. Namun, di hari kedua, siksaan itu meningkat drastis hingga membuat Ihwan tak sadarkan diri.
“Dia bilang disiksanya dua harian. Yang sehari itu nggak parah, tapi sehari lagi diparahin. Sampai dia pingsan, nggak sadar, bangun-bangun sudah di rumah sakit,” tuturnya lirih.
Pengakuan yang lebih mencengangkan datang dari penuturan Ihwan sebelum ajal menjemput. Korban menyebutkan bahwa pelaku penyiksaan tidak hanya satu orang. Selain seorang pria yang diduga sebagai bos perusahaan bernama Alam, seorang WNI asal Manado, ada sekitar 15 orang lainnya yang turut terlibat dalam aksi brutal tersebut. Para pelaku ini terdiri dari warga negara Tiongkok dan beberapa orang Indonesia yang dikenal oleh korban.
“Bos perusahaannya itu panggilannya Alam. Saya tanya lagi ke kakak, yang mukulin berapa orang? Dia jawab sekitar 15 orang. Ada orang China, orang Tiongkok, juga orang Indonesia yang dia kenal,” jelas
Subyantoro dengan nada tak percaya.
Akibat penyiksaan yang di luar batas kemanusiaan itu, sekujur tubuh Ihwan dipenuhi luka mengerikan. Lebam menghiasi wajahnya, luka bakar menganga di bagian belakang tubuh, serta luka melepuh di berbagai area lainnya. Bahkan, dugaan pendarahan di kepala muncul akibat sengatan listrik dan pukulan
bertubi-tubi.
“Luka banyak, muka lebam, tangan, kaki, badan, bokong kayak luka kebakar. Di kepala ada pendarahan otak. Kemungkinan besar karena disetrum dan dipukul,” ungkap Subyantoro dengan suara bergetar.
Setelah berjuang melawan maut dan sempat mengalami koma selama dua hari, Ihwan akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin (14/4/2025) pagi. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.
Dengan berat hati, pihak keluarga harus menerima kenyataan bahwa jenazah Ihwan tidak dapat dipulangkan ke tanah air. Kondisi jenazah dan pertimbangan prosedural menjadi alasan utama mengapa Ihwan akhirnya dimakamkan di negeri Kamboja.
Kisah tragis yang menimpa Ihwan Sahab ini menjadi pengingat pahit akan bahaya jebakan perusahaan scam yang beroperasi lintas negara. Keinginan untuk mencari penghidupan yang lebih baik justru berujung pada penderitaan dan kehilangan nyawa. Pihak keluarga berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan keji mereka.
Penulis : Ayu
Editor : yerrydewa






