Suara Kita News.com – Warga Kota Bogor dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,1 pada Kamis malam (10/4/2025) pukul 22:16:13 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa terletak di darat, hanya 2 kilometer arah tenggara Kota Bogor, pada koordinat 6.62 Lintang Selatan dan 106.8 Bujur Timur dengan kedalaman dangkal, yakni 5 kilometer.Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Depok dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, bahkan menimbulkan sensasi seolah-olah ada truk besar yang melintas.
“Saya lagi nonton TV, tiba-tiba terasa ada getaran seperti goyangan. Lampu juga sempat bergoyang,” ujar Rina (35), warga Bogor Tengah, saat dihubungi melalui sambungan telepon tak lama setelah kejadian. Kepanikan sempat dirasakan oleh beberapa warga yang berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman.
Meskipun guncangan terasa cukup kuat, hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Peta tingkat guncangan (Shakemap) yang dirilis BMKG juga mengindikasikan dampak getaran yang terfokus di sekitar episenter.
Hingga pukul 22:28 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG melalui keterangan resminya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Diharapkan warga tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi susulan, meskipun hingga saat ini belum terdeteksi.
Kejadian gempa bumi ini menjadi pengingat bagi warga Bogor dan sekitarnya akan potensi aktivitas tektonik di wilayah Jawa Barat. Diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus meningkatkan sosialisasi dan mitigasi bencana gempa bumi kepada masyarakat.
Penulis : Hend
Editor : Yerrydewa






