PAD Pasar Karawang Jeblok, Pasar Cikampek I dan Proklamasi Nol Rupiah! Pemerhati Karawang Wahyu SKM: Potensi Kebocoran Pendapatan Signifikan

Suara Kita News.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang dari sektor retribusi/kontribusi sejumlah pasar mengalami penurunan drastis selama tahun 2023-2024. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan sebagian besar pasar dalam memberikan kontribusi sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2023, terungkap bahwa Pasar Cikampek I hanya menyetorkan Rp100 juta dari kewajiban sebesar Rp700 juta ke Kas Daerah. Kondisi yang lebih parah terjadi di Pasar Cikampek II, yang tidak menyetorkan sama sekali (nol rupiah) dari kewajiban sebesar Rp500 juta ke Kas Daerah. Hal serupa juga terjadi di Pasar Proklamasi, yang seharusnya menyetor Rp800 juta ke Kas Daerah, namun tidak menyetorkan sama sekali (nol rupiah).

Temuan BPK ini menuai tanggapan dari Pemerhati Karawang Wahyu SKM. Menurutnya, “Temuan ini sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan adanya potensi kebocoran pendapatan yang signifikan.” Ia menambahkan bahwa ketidaksesuaian antara kontribusi yang seharusnya diberikan oleh pasar-pasar dengan realisasi yang diterima oleh Kas Daerah sangat mengkhawatirkan.

“Angka-angka yang disebutkan, seperti Pasar Cikampek I, II, dan Proklamasi, menunjukkan adanya potensi kebocoran pendapatan yang signifikan,” tegas Wahyu SKM.

Ia juga menyoroti sikap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang yang enggan memberikan keterangan terkait temuan BPK. “Sikap ini menunjukkan kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Keterbukaan informasi sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa dana yang seharusnya masuk ke kas daerah dapat digunakan secara optimal untuk pembangunan,” jelasnya.

Wahyu SKM juga menekankan dampak negatif dari jebloknya PAD ini terhadap pembangunan daerah. “Jebloknya PAD dari sektor retribusi pasar dapat berdampak negatif pada pembangunan daerah, karena mengurangi kemampuan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik dan melaksanakan program-program pembangunan,” ungkapnya.

“Dana PAD yang hilang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan infrastruktur pasar, meningkatkan kesejahteraan pedagang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mengambil tindakan tegas. “Pemerintah Kabupaten Karawang perlu mengambil tindakan tegas untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk melakukan audit internal, meningkatkan pengawasan, dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

“Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan retribusi pasar untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Perlu adanya peningkatan sistem digitalisasi terhadap pembayaran retribusi pasar, agar dapat meminimalisir adanya kebocoran pendapatan,” pungkas Wahyu SKM.

Penulis : Hendrik

Editor : Yerrydewa

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri