Suara Kita News.com – Hasil otopsi terhadap jenazah artis Sandy Permana telah dirilis oleh pihak kepolisian. Sandy, yang tewas di tangan Nanang ‘Gimbal’ di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, mengalami luka-luka serius akibat serangan bertubi-tubi dari pelaku.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya beberapa luka tusuk pada tubuh korban. Luka-luka tersebut ditemukan di bagian dada, leher kiri, pelipis kiri, kepala, wajah, punggung, dan perut.
Berdasarkan hasil otopsi yang menyeluruh, pihak forensik menyimpulkan bahwa penyebab kematian Sandy Permana adalah akibat luka tusuk yang mengenai bagian lehernya. Luka tersebut cukup dalam hingga memutus pembuluh darah utama di bagian leher, menyebabkan korban mengalami pendarahan hebat yang berujung pada kematian.
Motif di balik pembunuhan keji terhadap artis Sandy Permana oleh Nanang ‘Gimbal’ akhirnya terungkap. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira, mengungkapkan bahwa pelaku nekat mengakhiri hidup korban karena sakit hati.
Nanang merasa sangat direndahkan oleh Sandy. Perasaan sakit hati ini muncul akibat tatapan sinis yang dilontarkan Sandy kepadanya, serta tindakan Sandy yang meludah ke arahnya. Perlakuan Sandy ini membuat Nanang menyimpan dendam yang mendalam.
Ketidakharmonisan hubungan antara Nanang dan Sandy sebenarnya sudah berlangsung lama, sejak tahun 2017. Namun, puncak kemarahan Nanang terjadi pada Minggu, 12 Januari, saat Sandy kembali melakukan tindakan yang sama.
Di saat emosi Nanang sudah mencapai titik puncak, ia mengambil sebuah pisau dari kandang ayam dan langsung menyerang Sandy tanpa ampun. Tusukan demi tusukan dilancarkan hingga Sandy meregang nyawa bersimbah darah.
Pelarian Nanang tidak berlangsung lama. Tiga hari setelah kejadian, ia berhasil ditangkap di wilayah Karawang, Jawa Barat. Saat ini, Nanang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.
Editor : Hendrik






